Para pelancong yang berencana bepergian ke atau dari Bali disarankan untuk merencanakan dengan hati-hati dan menyesuaikan jadwal mereka agar tidak terdampak penutupan layanan kapal feri. Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan Indonesia telah mengatur penutupan sementara layanan feri ke dan dari Bali selama Hari Raya Nyepi 2026 guna menghormati hari keagamaan tersebut dan menjamin ketertiban, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas.
“Terakit dengan Hari Nyepi, layanan feri menuju dan dari Bali akan ditutup sementara,” ujar Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, pada Senin.
Aturan penyeberangan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, Nomor: HK.201/1/21DJPL/2026, Nomor: 20/KPTS/Db/2026, Nomor: Kep/43/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026, tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan dan Penyeberangan Pada Masa Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri Tahun 2026/1447 Hijriah.
Regulasi ini diberlakukan untuk menghormati Hari Nyepi dan memastikan mobilitas terkendali, mengingat Nyepi 2026 jatuh pada 19 Maret, berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Suhanan menjelaskan bahwa operasi feri akan ditutup di rute Padang Bai–Lembar dan Ketapang–Gilimanuk.
Semua layanan feri di rute tersebut akan dihentikan sementara sesuai jadwal yang ditetapkan dan akan beroperasi kembali setelah Nyepi usai.
Penutupan sementara akan dilakukan pada:
- Pelabuhan Ketapang: Rabu, 18 Maret 2026, mulai pukul 17.00 waktu setempat hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00.
- Pelabuhan Gilimanuk: Kamis, 19 Maret 2026, mulai pukul 05.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00.
- Pelabuhan Lembar: Rabu, 18 Maret 2026, mulai pukul 21.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 01.30.
- Pelabuhan Padang Bai: Kamis, 19 Maret 2026, mulai pukul 04.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 11.30.
Suhanan mengingatkan masyarakat yang bepergian melalui penyeberangan itu untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan dan memantau informasi resmi dari Ditjen Perhubungan Darat serta operator setempat agar perjalanan aman dan lancar.
“Masyarakat yang berencana bepergian ke atau dari Bali disarankan merencanakan dengan cermat dan menyesuaikan jadwal supaya tidak terganggu akibat penutupan layanan feri,” katanya.