Kronologi Personel Dewa 19 Hingga Band Netral

Selasa, 21 April 2026 – 23:27 WIB

Jakarta, VIVA – Warna baru kembali hadir di dunia musik Indonesia lewat kemunculan Loh Kok Tum Band, sebuah supergrup yang mempertemukan beberapa musisi lintas generasi dalam satu panggung kolaborasi. Band ini mulai terbentuk pada akhir 2023, berawal dari inisiatif Yuke Sampurna dari Dewa 19 yang kemudian berkembang jadi proyek musik yang lebih serius dan terstruktur.

Tidak cuma menyatukan nama-nama besar, Loh Kok Tum Band justru menawarkan pendekatan beda: menjadikan persahabatan sebagai fondasi utama dalam berkarya. Formasi grup ini cukup unik, diisi oleh musisi yang sudah lama di industri dengan karakter musik beragam. Selain Yuke, ada Reno Fahreza, Eno NTRL dari Netral, Stevie Item dari Andra and The Backbone, Marcello Tahitoe, dan Magi dari /rif. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Perpaduan latar belakang itu menciptakan dinamika sendiri dalam proses kreatif mereka. Alih-alih jadi tantangan, perbedaan malah menjadi kekuatan utama yang memperkaya warna musik mereka. Setiap personel membawa identitas musikal masing-masing, tapi tetap bisa menyatu dalam satu visi yang sama.

Reno Fahreza menekankan bahwa proyek ini lahir dari kedekatan personal yang sudah terjalin jauh sebelum band ini terbentuk.
“Ini bukan cuma band, tapi tempat kami berkumpul sebagai teman. Dari situ justru ide-ide musik terasa lebih jujur dan mengalir,” ujar Reno dalam keterangannya, dikutip Selasa 21 April 2026.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana proses kreatif dalam band ini berjalan secara organik. Tidak ada batasan kaku dalam berkarya. Malah, suasana yang cair dan penuh kepercayaan menjadi ruang bagi tiap anggota untuk mengekspresikan diri secara maksimal.

Fenomena supergrup sendiri bukan hal baru di industri musik global maupun Indonesia. Tapi, pendekatan yang diambil Loh Kok Tum Band terasa beda karena menempatkan hubungan personal sebagai inti kolaborasi. Di tengah industri yang makin kompetitif, mereka menghadirkan perspektif bahwa kedekatan emosional bisa menjadi bahan bakar utama untuk menciptakan karya yang autentik.

MEMBACA  Indonesia Batalkan Diskon Listrik, Alihkan Anggaran ke Subsidi Upah

Lebih dari sekadar proyek musik, kehadiran Loh Kok Tum Band juga jadi refleksi bahwa kolaborasi lintas generasi bukan cuma mungkin, tetapi juga relevan. Musisi senior dan generasi lebih muda bisa saling melengkapi, menciptakan harmoni yang tidak cuma terdengar di lagu, tetapi juga terasa dalam prosesnya.

Halaman Selanjutnya

Dengan semangat tersebut, Loh Kok Tum Band diharapkan bisa memberi kontribusi segar bagi industri musik Indonesia. Bukan cuma melalui karya, tetapi juga lewat pesan bahwa persahabatan dan kepercayaan tetaplah fondasi penting dalam perjalanan kreatif.

Tinggalkan komentar