Krisis Energi Melanda Eropa, Lufthansa Kurangi 20.000 Penerbangan Akibat Harga Avtur Meroket

Kamis, 23 April 2026 – 06:52 WIB

Jakarta, VIVA – Krisis energi yang melanda Eropa mulai berdampak langsung pada industri penerbangan. Maskapai asal Jerman, Lufthansa, memutuskan memotong sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek selama musim panas. Hal ini seiring lonjakan harga bahan bakar jet yang makin menekan biaya operasional dan dianggap tak lagi menguntungkan dari sisi bisnis.

Manajemen Lufthansa menyatakan, harga avtur telah naik dua kali lipat sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Konflik di Timur Tengah ini disebut menggangu produksi dan distribusi energi di kawasan tersebut, yang berdampak pada sektor penerbangan global.

"Namun, dengan kenaikan harga bahan bakar jet, operasional akan dijalankan secara lebih efisien dibanding sebelumnya," ujar Manajemen Lufthansa, dikutip dari BBC pada Kamis, 23 April 2026.

Lufthansa memperkirakan pemotongan rute ini akan menghemat sekitar 40.000 metrik ton bahan bakar jet. Sebagian besar penghematan berasal dari penutupan layanan CityLine.

Maskapai Jerman, Lufthansa.

Maskapai itu juga akan menghentikan sementara sejumlah rute, termasuk penerbangan ke dan dari Heringsdorf, Cork, Gdańsk, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Stuttgart, Trondheim, Tivat, dan Wrocław.

Bagi penumpang yang terdampak, Manajemen Lufthansa akan memberikan opsi pengembalian dana atau dialihkan ke penerbangan lain melalui jaringan maskapai grup, seperti SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan ITA Airways.

Lebih lanjut, perusahaan menyampaikan sebagian pemotongan rute ini akan bersifat permanen. Lufthansa saat ini sedang meninjau ulang seluruh jadwal penerbangan di Eropa dan akan mengumumkan pembaruan lebih lanjut di bulan April ini.

Meski terjadi perampingan rute di Eropa, sejumlah jaringan penerbangan global tetap terjaga, terutama untuk rute jarak jauh. Sebelumnya, Lufthansa telah mempercepat penutupan layanan CityLine dan merencanakan pensiun 27 pesawat seiring tekanan biaya bahan bakar serta dampak dari ketegangan hubungan industrial.

MEMBACA  Ketua Fraksi PKS DPR Meminta PBB Mengusir Israel dari Palestina dengan Cepat

Keputusan perusahaan menutup puluhan ribu rute penerbangan ini menyusul sejumlah maskapai lain yang telah melakukan hal serupa, seperti KLM-Prancis dan Delta Air Lines. Sementara itu, beberapa operator lainnya memilih menaikkan harga tiket untuk menutupi pembengkakan biaya operasional.

International Energy Agency (IEA) sudah memperingatkan Eropa berpotensi menghadapi kelangkaan bahan bakar pesawat dalam hitungan minggu. Meski demikian, pemerintah Inggris dan pelaku industri penerbangan menyatakan belum melihat adanya gangguan pasokan secara langsung.

Halaman Selanjutnya

Pemimpin Uni Eropa (UE) mengumumkan pembentukan observatorium bahan bakar untuk memantau produksi, impor, ekspor, serta stok energi transportasi di kawasan tersebut. Langkah ini bertujuan mengantisipasi potensi kekurangan pasokan dan menekan dampak lonjakan harga terhadap industri penerbangan.

Tinggalkan komentar