Selasa, 7 April 2026 – 18:07 WIB
Jakarta, VIVA – Momen Ramadan kembali mendorong peningkatan aktivitas belanja masyarakat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan volume transaksi PayLater Kredivo sebesar 27 persen dan nilai transaksi 26 persen selama Ramadan dan Lebaran 2026 dibanding tahun sebelumnya.
Kantong Kering Usai Lebaran? Tenang, Begini Trik Biar Cepat Pulih!
Pertumbuhan ini didukung peningkatan pengguna baru sebesar 31 persen, menunjukan adopsi layanan ini sebagai solusi mengatur keuangan di saat kebutuhan musiman meningkat.
Pola penggunaan PayLater juga menunjukan pergeseran. Dominasi tenor satu bulan menandakan layanan ini banyak dipakai untuk bantu kebutuhan jangka pendek secara terukur, terutama sebelum gajian dan pencairan THR.
Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta untuk Cari Kerja
Senior Vice President Marketing and Communications Kredivo, Indina Andamari, mengatakan hal menarik tahun ini bukan cuma pertumbuhan transaksi, tapi cara masyarakat mengatur pengeluaran dengan makin strategis.
“Kami lihat PayLater banyak dipakai sebelum gajian dan THR, dengan tenor satu bulan sebagai pilihan utama agar pengeluaran terkontrol. Apalagi Kredivo menawarkan nol persen bunga dan admin untuk tenor ini,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Mudik Lebaran 2026 Catat Sejarah Baru, Fatalitas Kecelakaan Turun 31,19 Persen
Sejalan tren itu, rata-rata nilai transaksi per pengguna ada di kisaran Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta dengan rata-rata frekuensi 4–5 kali transaksi.
Ini menunjukan PayLater dipakai luas untuk penuhi kebutuhan prioritas secara bertahap, bukan cuma untuk belanja besar, tapi juga untuk kebutuhan sehari-hari yang berulang.
Hal ini juga terlihat dari tumbuhnya transaksi di kategori groceries hingga 160 persen dibanding Ramadan tahun lalu. Pertumbuhan juga kuat di merchant offline, khususnya di luar Jabodetabek.
Selama Ramadan 2026, volume transaksi di wilayah tier 2 dan 3 naik hingga 31 persen, sementara nilai transaksi meningkat 67 persen. Ini mencerminkan PayLater makin terintegrasi dalam aktivitas belanja harian masyarakat di daerah.
“Ke depan, kami akan terus dukung pertumbuhan sehat lewat ekspansi terukur, penguatan manajemen risiko, penerapan prinsip responsible lending, dan edukasi keuangan. Tujuannya agar PayLater tidak cuma memudahkan, tapi juga berikan dampak berkelanjutan bagi pengguna dan ekosistem,” tutup Indina.
Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Masyarakat Puas dengan Pelayanan Mudik 2026
Kepuasan tersebut diukur dari dua aspek besar, yaitu layanan armada transportasi umum, serta infrastruktur dan kebijakan manajemen mudik secara keseluruhan.
VIVA.co.id
6 April 2026