KPU Mengundang Negara-negara Sahabat untuk Mengamati Pemilihan Umum 2024

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundang negara-negara sahabat untuk mengamati Pemilihan Umum 2024 di beberapa tempat pemungutan suara melalui Program Kunjungan Pemilihan Indonesia (IEVP).

Ketua KPU Hasyim Asy’ari menyatakan di kantor KPU Jakarta pada hari Senin (12 Februari) bahwa program ini memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk mengikuti perkembangan pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia.

“Pemilihan umum, dalam hal ini pemungutan suara dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara. KPU mengundang negara-negara sahabat melalui perwakilan mereka, yaitu kedutaan mereka di sini,” katanya.

Menurut Asy’ari, praktik demokrasi pemilu di Indonesia dikenal sebagai yang paling rumit di dunia. Hal ini karena sistem pemilihan dengan daftar terbuka dalam pemilihan umum di negara ini.

Ia juga menekankan keunikan pemilihan umum di Indonesia, di mana jumlah daerah pemilihan mencapai 2.749, dengan pemilihan untuk cabang eksekutif dan legislatif di semua tingkatan secara simultan.

Ia mengutip analisis para ahli dunia dan pengamat pemilu bahwa pemilihan umum di Indonesia adalah pemilihan umum tercepat di dunia.

“Yang dimaksud dengan pemilihan umum tercepat adalah durasi periode pemungutan suara,” kata Asy’ari.

Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum pada tanggal 14 Februari 2024, di mana diperkirakan sekitar 204,8 juta pemilih akan berpartisipasi.

Periode kampanye politik dimulai pada tanggal 28 November 2023, dan berakhir pada tanggal 10 Februari 2024, diikuti dengan periode keheningan pada tanggal 11-13 Februari 2024.

Selama pemilihan, masyarakat Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten.

Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bertanding dalam pemilihan adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

MEMBACA  Walmart mungkin akan membeli Vizio untuk memenangkan perang TV murah.

Berita terkait: Pemungutan suara di luar negeri berjalan lancar: Kementerian Luar Negeri

Berita terkait: Waspada hoaks selama periode keheningan pemilu: Menteri

Terjemahan: Narda Margaretha, Raka Adji
Editor: Tia Mutiasari
Hak cipta © ANTARA 2024