Kotak Hitam Berhasil Dipulihkan dari Lokasi Kecelakaan ATR, Pencarian Berlanjut

Jakarta (ANTARA) – Pihak berwenang Indonesia telah berhasil menemukan kotak hitam pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Sulawesi Selatan. Ini adalah perkembangan penting sementara tim penyelamat terus mencari di lokasi kecelakaan yang bergunung-gunung untuk korban yang masih hilang.

Perekam data itu ditemukan Rabu oleh prajurit TNI yang ditugaskan di tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan, setelah lima hari operasi di Gunung Bulusaraung.

Juru bicara TNI Brigjen Donny Pramono menyatakan, penemuan ini didapat setelah penyisiran intensif oleh pasukan Batalyon 700, unit respons cepat dari produsen semen Tonasa, dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

Dia menjelaskan, kotak hitam terdiri dari dua unit berwarna oranye yang terletak dekat bagian ekor pesawat di TKP.

Alat-alat ini telah diamankan dan akan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pramono mengatakan, penemuan ini merupakan kemajuan signifikan dalam upaya menentukan penyebab kecelakaan ATR 42-500.

Namun, dia menekankan bahwa operasi lapangan oleh personel TNI belum dihentikan.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban dengan memprioritaskan keselamatan seluruh personel, ujar Pramono.

Terpisah, tim penyelamat menemukan sisa-sisa manusia yang diduga milik korban ketiga di dekat lokasi kecelakaan. Sisa-sisa ini ditemukan pada Rabu pukul 12.30 waktu setempat.

Kepala Basarnas Marsekal Muda Mohammad Syafii mengatakan, jenis kelamin korban belum bisa ditentukan karena hanya ditemukan sisa-sisa bagian tubuh.

Syafii menyebut, sebagian besar operasi pencarian dilakukan di sepanjang tebing curam dan jurang dalam di bawah gunung.

Dia menambahkan, informasi detail akan dirilis setelah tim menyelesaikan pengumpulan data dari lapangan.

Ditanya soal kondisi korban, Syafii mengatakan, sisa-sisa jasad masih dievakuasi dari area kecelakaan.

MEMBACA  Penemuan 12 Selongsong Peluru dalam Hasil Olah Tempat Kejadian Peristiwa Penembakan 3 Polisi di Lampung

Dia menyatakan, tim berharap dapat memindahkan sisa jasad ke Dusun Lampeso di Kabupaten Maros, yang dianggap titik evakuasi tercepat.

Untuk mempercepat operasi, transportasi udara diprioritaskan untuk mengevakuasi korban dan mengambil serpihan pesawat dari medan yang tidak terjangkau.

Syafii mengatakan, pesawat telah siaga untuk membantu evakuasi dan mengangkut reruntuhan pesawat yang bisa diambil lewat udara apabila memungkinkan.

Sisa-sisa manusia ditemukan di dekat sektor pencarian satu dan empat, sementara tim terus menyisir sektor dua dan tiga.

Dia mengatakan, pencarian dilakukan di jurang yang diperkirakan sedalam 1.000 meter di Gunung Bulusaraung.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan sisa-sisa dua korban lain selama operasi berlangsung.

Korban pertama, seorang laki-laki yang ditemukan Minggu, belum diidentifikasi oleh tim forensik polisi. Korban kedua, ditemukan Senin, telah diidentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari.

Pesawat Indonesia Air Transport bernomor registrasi PK-THT itu mengangkut 10 orang saat jatuh pada 17 Januari.

Berita terkait: Sisa jasad korban kecelakaan ATR 42 diserahkan ke keluarga di Jakarta

Berita terkait: Kecelakaan ATR 42-500: DVI identifikasi pramugari Florencia Lolita

Penerjemah: Walda M, Rahmad Nasution
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar