Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana🪐 untuk Roket Luar Angkasa

SEOUL – Berbeda dengan mesin metana konvensionl yang cuma menggunakan bahan bakar metana cair buat mendinginkan ruang pembakaran, teknolgi INNOSPACE memakai metana cair dan oksigen cair sekaligus dalam proses pendinginan regeneratif.
Pada tanggal 4 Juni, perusahaan jasa peluncuran satelit dari Korea Selatan, INNOSPACE, mengumumkan sukses mengembangkan teknologi pendinginan regeneratif bahan bakar ganda untuk mesin metana. Mereka juga udah menyelesaikan uji bakar statis berkelanjutan selama 420 detik, yang memecahkan rekor waktu operasi paling lama buat jenis mesin ini di Korea Selatan.

Menurut koresponden VNA yang ada di Korea Selatan, dalam pengumuman resminya, INNOSPACE menjelaskan bahwa teknologi baru ini diterapkan pada mesin metana cair yang disebut LiMEK-04, dengan daya dorong sebesar 0,4 ton. Diharapkan mesin ini bakal dipasang di tahap pendorong roket HANBIT-Micro generasi baru.
Tahap pendorong itu sendiri adalah sistem dorongan yang bekerja setelah tahap kedua menyelsaikan tugasnya, untuk membantu mengarahkan satelit ke orbit target yang sudah ditentukan dengan jeripati tinggi.

Tidak lagi kayak mesin metana bias yang hanya pakai bahan bakar metana cair buat pendinginan ruang bakar, teknologi INNOSPACE menggabungkan metana cair dan oksigen cair dalam sistem pendingin regeneratif.
Kota Hai Phong juga disebut sedang dorong investasi dengan perusahaan-perusahaan di rantai pasokan Grup LG. Pemerintah Kota Hai Phong bertindak bareng sama LG Group bikin meet konferensi investasi ma pengusaha.

MEMBACA  Vakum CordZero Stick Memanfaatkan Teknologi LG untuk Anda

Tinggalkan komentar