Senin, 29 September 2025 – 17:27 WIB
Washington, VIVA – Jumlah korban meninggal dalam serangan di sebuah Gereja Mormon di Grand Blanc, Michigan, Amerika Serikat, menjadi lima orang, termasuk pelakunya. Hal ini diumumkan oleh Kepala Polisi Grand Blanc, William Renye.
Baca Juga:
MK Putuskan UU Tapera Bertentangan dengan UUD 1945, Kepesertaannya Tidak Wajib
Polisi AS telah berhasil mengidentifikasi tersangka penembakan. Dia adalah Thomas Jacob Sanford, seorang pria berumur 40 tahun dari kota sebelah, Burton.
The New York Post, mengutip unggahan ibu tersangka di Facebook, melaporkan bahwa Sanford pernah bertugas di Korps Marinir di Irak dari tahun 2004 sampai 2008.
Baca Juga:
Dua Orang yang Berangkatkan Reni ke China Buat Jadi Pengantin Pesanan Ditangkap
Selanjutnya, sebuah sumber mengatakan kepada media tersebut bahwa penyelidik menemukan beberapa bom rakitan di TKP yang juga mengalami kebakaran.
Baca Juga:
Perintah Prabowo ke Dapur MBG Guna Cegah Kasus Keracunan
Kepolisian Negara Bagian Michigan menyatakan mereka menerima ancaman bom setelah serangan itu dan ada panggilan telepon setelah kematian tersangka.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengaku telah dapat laporan mengenai penembakan gereja di Michigan. Dia menyatakan bahwa ini adalah satu lagi serangan yang menargetkan umat Kristen di AS.
Wakil Presiden J.D. Vance mengatakan pemerintah AS sedang memantau situasi di sekitar penembakan di Michigan.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel lewat akun X-nya mengatakan bahwa timnya sudah berada di lokasi untuk bantu pihak berwenang setempat. (Ant)
Halaman Selanjutnya
Wakil Presiden J.D. Vance mengatakan pemerintah AS sedang memantau situasi seputar penembakan di Michigan.