Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ide untuk mendirikan Koperasi Desa Merah Putih sudah ada di pikirannya sejak puluhan tahun lalu, tepatnya saat dia masih menjadi perwira militer yang bertugas di daerah pedesaan.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu, presiden menjelaskan bahwa pengalamannya tinggal bersama warga desa membuatnya percaya koperasi adalah alat penting untuk menguatkan ekonomi rakyat.
“Konsep Koperasi Merah Putih sudah lama sekali ada di pikiran saya—sudah puluhan tahun,” kata Presiden Prabowo.
Prabowo menceritakan bahwa selama bertugas di daerah terpencil, dia melihat langsung betapa sulitnya hidup masyarakat yang miskin dan bahkan ada yang menderita kelaparan.
Pengalaman ini, lanjut Presiden Prabowo, membuat dia yakin bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dengan memperkuat desa. Meski Indonesia bertransformasi menjadi negara industri, pemerintah harus memastikan rakyat di tingkat bawah terlindungi dan punya akses ke kesempatan ekonomi.
Menurutnya, koperasi adalah salah satu cara paling efektif untuk memperkuat ekonomi desa. Namun, dia mengakui bahwa selama ini perkembangan koperasi berjalan lambat karena kewenangan yang terbatas dan minimnya akses modal.
Sekarang setelah menjabat, Presiden Prabowo mengatakan bahwa pemerintahannya fokus pada sektor pertanian dulu, seperti mempercepat swasembada pangan, menurunkan harga pupuk, dan menaikkan harga pembelian gabah untuk meningkatkan pendapatan petani.
Meski begitu, dia mengaku masih menerima laporan tentang banyak petani yang menghadapi kesulitan keuangan berat karena terjerat utang dengan bunga tinggi dari rentenir, hanya untuk bertahan hidup selama musim tanam.
Presiden menyatakan bahwa sebagai langkah awal di bawah pemerintahan baru, pemerintah sudah menghapus utang jutaan petani yang dianggap tidak mampu membayar.
Selanjutnya, pemerintah memulai pendirian Koperasi Desa Merah Putih sebagai koperasi simpan pinjam di setiap desa dan kecamatan, agar masyarakat punya akses ke pembiayaan yang terjangkau.
Menurut presiden, target pendirian 81.000 koperasi desa ini sama dengan jumlah total desa dan kecamatan di seluruh Indonesia.
Koperasi jenis ini, lanjutnya, included sebagai upaya pemerintah untuk memutus ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman rentenir dengan bunga tinggi, serta memperkuat ekonomi rakyat di tingkat desa.