Kompor Listrik: Solusi di Tengah Krisis Energi

loading…

Penggunaan kompor induksi atau listrik bisa menjadi solusi, selain bisa mengurangi impor LPG, penggunaan kompor induksi dipandang juga lebih efisien dan praktis. Foto/Dok

JAKARTA – Menghadapi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah mengajak masyarakat untuk berhemat. Masyarakat diminta agar lebih bijaksana dalam memakai energi supaya pasokan energi Indonesia bisa membaik.

Dalam situasi seperti ini, pakai kompor induksi atau listrik bisa jadi salah satu jalan keluar. Selain bisa kurangi impor LPG, kompor induksi juga dianggap lebih hemat energi dan gampang dipakai.

Andi Arif, seorang pengguna kompor induksi, berpendapat bahwa efisiensi biaya operasional dan kemudahan fitur teknologi pemanas elektrik adalah solusi nyata untuk rumah tangga di tengah tantangan naiknya harga energi dunia. Penggunaan kompor induksi yang tepat juga tidak terlalu membebani tagihan listrik.

“Dari sisi operasional, Andi mencatat bahwa tagihan listriknya cuma naik sekitar Rp30.000 per bulan,” katanya.

Baca Juga: Ini Sederet Keunggulan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas

Dia menjelaskan, investasi awal untuk kompor listrik jauh lebih ekonomis. Selain harga gas yang naik-turun, pengguna juga tidak perlu lagi beli tabung gas baru. Menurut perhitungannya, tambahan biaya listrik bulanan tadi sangat bersaing jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk isi ulang tabung gas yang harganya terus naik.

Senada, Siti Sarah, pelaku UMKM katering rumahan, merasakan langsung dampak positif dari beralih ke kompor listrik terhadap efisiensi usahanya. Menurut dia, penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi jadi lebih hemat, sehingga keuntungan dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibanding saat masih pakai LPG.

MEMBACA  CEO Volkswagen mengatakan pabrikan mobil tidak bisa bersaing dengan pembuat mobil listrik China

Tinggalkan komentar