Komisi X Berkomitmen Awasi Kebijakan Riset dan Inovasi

loading…

Anggota Komisi X DPR Verrell Bramasta melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno milik BRIN. Foto/istimewa

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR Verrell Bramasta melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno milik Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ). Kunjugan ini bertujuan untuk mempelajari ekosistem riset nasional, mengidentifikasi tantangan hilirisasi inovasi, dan merumuskan langkah konkret untuk melestarikan kekayaan ilmiah Indonesia di era digital.

Verrell meninjau berbagai fasilitas riset yang membuat KST Soekarno sering disebut sebagai “Silicon Valley-nya riset hayati Indonesia”, mulai dari laboratorium genomik, fasilitas kultur jaringan, biobank, rumah kaca biodiversitas, hingga ruang uji coba prototipe teknologi.

“Dari luar mungkin kelihatan seperti kawasan riset biasa, tapi setelah masuk ke dalam, suasana kerja dan semangat keilmuannya langsung terasa. Tempat ini bukan cuma laboratorium, tapi ruang dimana gagasan dan riset untuk masa depan Indonesia dikembangkan,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Baca juga: BRIN Perkuat Akses Air Bersih di Aceh Tamiang lewat Teknologi Arsinum

Dari segi infrastruktur, kata Verrell, Indonesia sebenarnya sudah punya modal yang cukup untuk berkembang sebagai kekuatan riset bioteknologi dan biodiversitas di Asia.

“Kita punya biodiversitas yang kaya. Kita punya peneliti-peneliti yang brilian. Kita juga punya fasilitasnya. Tapi pertanyaannya: kenapa inovasi kita belum terasa dampaknya bagi kehidupan masyarakat? Kenapa produk inovatif dari BRIN belum mengisi pasar kita? Di sinilah letak pekerjaan rumah kita,” tegasnya.

MEMBACA  Uang, Keamanan, dan Diplomasi: Apakah Negara-negara Arab Dapat Membatalkan Proyek Gaza Riviera?