Jakarta (ANTARA) – Komisi Informasi DKI Jakarta (KI DKI Jakarta) terus mendorong badan publik untuk melakukan upaya berkelanjutan agar lebih informatif dan responsif terhadap hak masyarakat dalam mengakses informasi.
Ketua Divisi Urusan Kelembagaan KI DKI Jakarta, Aang Muhdi Gozali, menyatakan pada Jumat bahwa salah satu inisiatif utama adalah program "coaching clinic", yang mempertemukan berbagai badan publik untuk pelatihan singkat.
Inisiatif ini bagian dari upaya lebih besar untuk memperkuat kapasitas dan kualitas layanan informasi publik, terutama fokus pada instansi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai kurang atau tidak informatif.
Salah satu sesi coaching clinic diadakan pada Kamis (3 Juli) di Gedung Graha Mental Spiritual, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Acara ini dihadiri oleh empat badan publik: Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, dan RSUD Jatipadang.
Selama sesi, peserta mendapat bantuan teknis dan rekomendasi perbaikan dari tim ahli KI DKI Jakarta, berdasarkan hasil sebelumnya dari program Electronic Monitoring and Evaluation (E-Monev).
“Coaching clinic ini bukan hanya forum evaluasi tapi juga ruang dialog konstruktif,” kata Aang.
Dia menjelaskan, selain menyampaikan hasil evaluasi dan membahas tantangan di lapangan, setiap instansi juga menerima catatan strategis untuk meningkatkan tata kelola informasi, terutama dalam persiapan Monitoring and Evaluation (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025.
Aang berharap setiap badan publik segera bertindak atas rekomendasi untuk meningkatkan transparansi dan tingkat informasinya.
“Diharapkan coaching clinic menjadi agenda rutin untuk memperkuat sistem keterbukaan informasi publik dan mendorong budaya transparansi di lembaga pemerintah daerah,” tutupnya.
Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025