Klaim “Kapolda” dan “Mobil Jenderal”, Pelanggan SPBU Diduga Aniaya Petugas

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Malam itu di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, tiba-tiba jadi kacau.

Tiga karyawan menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang pelanggan yang mengaku sebagai aparat dan bilang mobil yang dia bawa punya seorang jendral.

Kejadian ini terjadi pada Minggu (23/2/2026) sekitar jam 22.00 WIB dan berlangsung lebih dari satu jam.

Masalahnya mulai ketika pelanggan itu mau isi bensin jenis Pertalite.

Tapi, setelah barcode-nya discan, data kendaraan yang muncul gak sesuai sama mobil yang dipake.

Menurut aturan pembelian BBM subsidi, nomor polisi dan jenis kendaraan harus cocok sama data di sistem.

Petugas SPBU lalu menyarankan supaya pelanggan pake Pertamax, sesuai prosedur standar (SOP). Saran ini malah bikin pelanggan marah.

Pelanggan tersebut langsung naik pitam dan klaim mobil yang dia pakai adalah kendaraan milik seorang jenderal.

Lukman Hakim, salah satu korban, cerita kalau dia dipukul berkali-kali. Dia juga dikejar sampai ke belakang SPBU.

“Saya dipukul bolak-balik sama dia. Terus saya lari ke belakang, lari ke toko, dikejar sama dia. Dia bilang, ‘Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?’” kata Lukman waktu ditemuin di lokasi, Senin (24/2/2026).

Karena takut, Lukman lari ke arah perumahan dekat situ.

Warga yang lihat keributan itu teriak-teriak nyaranin dia cari perlindungan ke kantor polisi terdekat. Kebetulan banget, lokasi SPBU-nya berhadapan langsung sama Markas Polsek Pulogadung.

“Warga bilang, ‘Bang, ke Polsek aja Bang.’ Ya udah saya lari ke Polsek. Saya kira dia ngikutin, eh ternyata pas saya sampe Polsek dia udah pulang,” katanya.

Sementara Lukman menyelamatkan diri, dua karyawan lainya tetap di area SPBU dan juga jadi korban.

MEMBACA  Perahu yang Bocor, 2 Pemancing Tewas Tenggelam di Sungai Brantas Malang

Khoirul Anam dapat memar di pipi dan bajunya sobek karena ditarik-tarik.

Tinggalkan komentar