Rabu, 25 Februari 2026 – 04:44 WIB
Jakarta, VIVA – Perjalanan spiritual setiap orang sering datang lewat cara yang nggak disangka-sangka. Pengalaman itulah yang dialami Sherly, seorang wanita muda yang pernah masuk ke kehidupan gelap sebelum akhirnya menemukan kedamaian dalam pelukan Islam.
Kisahnya jadi pengingat bahwa hidayah bisa datang lewat teladan sederhana dan kepedulian tulus dari orang lain. Yuk scroll lanjut!
Sejak umur 16 tahun, hidup Sherly berubah banget. Perceraian orang tuanya bikin kondisi emosinya terguncang. Dia ngaku susah nerima keadaannya sampai pelan-pelan kehilangan arah.
Rasa marah, kecewa, dan sedih numpuk tanpa ada saluran yang sehat. Dalam kondisi itu, dia sempat terjerumus ke kebiasaan minum alkohol berlebihan.
"Saya sangat marah tentang semuanya dan saya menyalahkan diri saya,” ujarnya seperti dikutip dari tayangan YouTube Ummu TV, Selasa 24 Februari 2026.
Di usia yang sama, Sherly memutuskan untuk bekerja. Lingkungan kerjanya mempertemukannya dengan beberapa muslimah. Interaksi sehari-hari bareng rekan-rekan Muslim itu jadi awal ketertarikannya pada Islam.
Dia ngerasakan perhatian dan kepedulian yang beda, apalagi pas bulan Ramadhan tiba. Baginya, sikap empati dan dukungan yang dia terima terasa tulus dan menenangkan.
“Sampai saya masuk universitas di mana saya banyak ketemu orang baru dan beberapa dari mereka adalah muslim yang bikin saya tertarik sama Islam,” katanya.
Tapi, perjalanan Sherly nggak mulus. Saat masuk kuliah, dia masih bergulat sama kebiasaan lamanya. Dia sering mabuk dan sadar kalau perilaku itu malah bikin kondisi mentalnya makin buruk.
Dia didiagnosis alami kecemasan dan depresi berlebihan. Di tengah rasa putus asa, seorang teman nyaranin dia buat pelajari Islam. Awalnya, dia nolak karena ngerasa hatinya masih penuh konflik.
Seiring waktu, dorongan buat cari jawaban makin kuat. Sherly mulai baca terjemahan Al-Qur’an lewat digital. Tanpa disadarinya, proses itu pelan-pelan menenangkan hatinya. Dia nemuin ajaran yang jelasin arti hidup dan asal-usul manusia.
“Dengan Islam saya bisa ambil hidup saya kembali dan tahu asal usul segalanya. Sampai suatu hari sebelum saya balik ke kampus di tahun baru, saya hubungi teman saya dan bilang ke dia bahwa saya serius mau memeluk agama Islam dan bilang saya mau masuk Islam,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Keputusan itu sempat bikin kaget orang-orang di sekitarnya. Tapi dia ngerasa nemuin sesuatu yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.