Jumat, 27 Maret 2026 – 11:55 WIB
Magetan, VIVA – Mudik Lebaran selalu membawa cerita hangat tentang perjalanan pulang ke kampung halaman. Selain berkumpul bersama keluarga, momen ini juga identik dengan wisata kuliner daerah yang selalu dirindukan.
Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, salah satu kuliner yang sering menjadi tujuan pemudik adalah Ayam Panggang Bu Setu. Aroma asap kayu bakarnya yang khas telah lama menjadi tanda kelezatan hidangan yang bertahan lintas generasi. Di balik asap tersebut, tersimpan perjalanan panjang usaha keluarga yang sudah berdiri lebih dari tiga puluh tahun.
Subiyanto, generasi kedua yang sekarang mengelola usaha ini, menyampaikan bahwa bisnisnya dirintis orang tuanya pada 1990-an. Berawal dari jualan keliling, hingga berkembang jadi usaha rumahan yang awalnya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.
“Daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi kami mempertahankan proses masak tradisional pakai kayu bakar keras, seperti mahoni atau jati. Meski zaman sudah modern, kami tidak beralih ke kompor gas supaya kematangan ayam sempurna dan ciri khas tetap terjaga,” ujarnya.
Menu paling banyak diburu pelanggan adalah Ayam Panggang Bumbu Rujak. Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih yang meresap hingga ke daging ayam kampung yang empuk, menjadikannya cocok dinikmati bersama keluarga.
Bagi Ayam Panggang Bu Setu, musim mudik Lebaran selalu menjadi periode paling ramai. Lonjakan pengunjung biasanya terasa dua hari sebelum Lebaran hingga lima hari setelahnya.
Perkembangan usaha ini tidak lepas dari dukungan perbankan. Subiyanto mengenang bagaimana ayahnya mulai bermitra dengan BRI pada tahun 1992 dengan modal awal Rp250.000.
“Dulu sebelum ada modal dari BRI, kami beli ayam ke tengkulak dengan sistem utang, harganya jauh lebih mahal. Setelah ada pinjaman dari BRI, kami bisa beli cash dan harga jual ke konsumen pun jadi lebih terjangkau,” jelasnya.
Halaman Selanjutnya