Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa stok pangan nasional masih aman dan stabil menyongsong bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Dalam rapat terbatas dengan presiden di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, Sulaiman memberikan pembaruan tentang stok saat ini, tingkat produksi, dan harga komoditas pangan strategis nasional.
“Kami punya lebih dari cukup untuk dua bulan ke depan. Bahkan, hingga Lebaran, pasokan 11 hingga 12 bahan pokok tersedia dan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Menurut dia, dari sembilan komoditas utama, sebagian besar sudah mencapai swasembada, bahkan ada yang sudah menembus pasar ekspor. Untuk komoditas yang masih perlu impor, dia meyakinkan ketersediaannya tetap mencukupi.
“Kami sudah swasembada bawang merah dan bahkan mengekspornya. Pada 2025, ekspor mencapai sekitar 1.000 ton. Saat ini kami fokus memperbaiki rantai pasok agar harga tetap stabil,” kata dia.
Menteri menegaskan pemerintah terus memperkuat pengendalian harga melalui penegakan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), khususnya untuk komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur.
Dia juga menyoroti penguatan cadangan beras pemerintah, dengan stok beras nasional saat ini sebesar 3,4 juta ton dan diproyeksikan naik jadi 3,8 juta ton pada akhir Februari serta mencapai 4 juta ton pada Maret.
Capian ini didukung melonjaknya produksi tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan 2024.
Momentum peningkatan produksi diprediksi berlanjut hingga awal 2026. Produksi beras periode Januari-Maret diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton, meningkat 1,39 juta ton atau 15,79 persen dari periode sama tahun lalu.
Sulaiman menekankan bahwa menjaga cadangan pemerintah merupakan faktor kunci stabilisasi harga, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Lebih lanjut dia menyatakan, stabilitas harga yang terjaga hingga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi bukti langkah dan intervensi pemerintah yang efektif.
Berita terkait: Harga bagus stabil, pasokan cukup jelang Ramadan: Menteri
Berita terkait: Indonesia percepat distribusi pangan jelang Ramadan dan Lebaran
Berita terkait: Subsidi gerakan pangan murah penting untuk stabilkan harga: Bapanas
Penerjemah: Maria Cicilia, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026