loading…
Wanita dari Portugal, MG (30), ditangkap oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan baru-baru ini. MG merupakan buronan Interpol yang telah menerbitkan Red Notice. Foto: Ist
JAKARTA – Konflik di Timur Tengah atau perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin memanas. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan akan memperketat pengawasan terhadap orang asing, terutama yang masuk ke wilayah Jakarta Selatan.
“Orang asing yang ingin menghindari darurat militer di negaranya kemungkinan akan mencari negara tujuan yang dirasa aman dari konflik global yang sedang terjadi,” ujar Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Jakarta Selatan, Winarko, dalam keterangannya pada Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran bisa memicu Warga Negara Asing (WNA) untuk pergi menghindar dari negara yang sedang berkonflik. Alasanya, negara tersebut dapat memberlakukan darurat militer bagi warganya.
Baca juga: Gara-gara Perang Iran, Lebih dari 36.000 Warga AS Hengkang dari Timur Tengah
Winarko menambahkan, WNA yang ingin menghindari darurat militer di negaranya atau di negara lain yang terdampak konflik global mungkin akan mencari atau pergi ke negara lain yang dianggap lebih aman, seperti Indonesia. Oleh karna itu, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami dari Imigrasi Jakarta Selatan bersama Timpora terus melakukan pengawasan terhadap orang asing, mengantisipasi mereka yang menghindari darurat militer, dan kami melakukan pengecekan ketat pada dokumen identitas mereka, terkait tujuan serta lama tinggal di Indonesia,” pungkasnya.
(rca)