Kerja Sama Polisi Indonesia dan Thailand Sita Aset Milik Fredy Pratama

“Setelah kami menyita asetnya, kami berharap dapat mempersempit pergerakannya,” Jakarta (ANTARA) – Direktorat Kejahatan Narkoba Kepolisian Negara Republik Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Thailand dan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat dalam penyelidikan bersama untuk menyita aset jaringan internasional bos narkoba, Fredy Pratama, di Thailand.

Direktur Kejahatan Narkoba Kepolisian Negara, Brigadir Jenderal Mukti Juharsa, menyatakan pada hari Jumat bahwa pengejaran aset Pratama dapat mempersempit jalur pelariannya dan mengarah pada penyerahannya.

“Setelah kami menyita asetnya, kami berharap dapat mempersempit pergerakannya,” kata Juharsa.

Untuk menyita aset-aset ini, pihaknya menunggu hasil persidangan ayah Pratama, Lian Silas, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta persidangan kasus pencucian uang (TPPU) dengan tersangka lain, yang juga anggota jaringan Pratama.

Menurut Juharsa, keputusan persidangan akan menjadi awal bagi Kepolisian Negara untuk melakukan penyelidikan bersama dengan polisi Thailand untuk menyita aset Pratama di Thailand.

“Dengan persidangan, kami dapat melakukan penyelidikan bersama dengan polisi Thailand untuk menyita asetnya. Jika dia miskin, akan tidak mungkin baginya untuk berkeliaran. Dia akan menyerah pada akhirnya,” katanya.

Juharsa juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil melacak keberadaan Pratama di Thailand, sebuah area yang tidak dapat dijangkau oleh Kepolisian Negara.

Selama pencarian Pratama, Kepolisian Negara melakukan operasi Escobar. Dari September 2023 hingga Februari 2024, sebanyak 54 tersangka narkoba dari jaringannya, termasuk Bayu Firmandi, telah ditangkap pada 2023 dan dikenai dakwaan TPPU.

Selain itu, penyidik Kepolisian Negara telah menyita sebagian besar aset jaringan Pratama di Indonesia, dengan nilai hingga Rp400 miliar (US$25 juta).

“Dari jumlah tersebut, Pratama masih memiliki aset hingga triliunan rupiah. Kami tidak tahu jumlah pastinya. Ada banyak aset di Thailand juga. Di Indonesia, kami masih terus melacaknya,” kata Juharsa.

MEMBACA  Berdasarkan IDI, mayoritas dokter tinggal di wilayah barat Indonesia

Berita terkait: Kepolisian Lampung terus memburu sindikat narkoba Fredy Pratama

Berita terkait: Polisi klaim berhasil melumpuhkan sindikat narkoba Fredy Pratama di Indonesia

Penerjemah: Laily Rahmawaty, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2024