Kepala kepolisian Yalimo menghadapi pemecatan setelah empat senjata raib

Jayapura, Papua (ANTARA) – Kepala Kepolisian Papua, Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri mengungkapkan bahwa ia akan memberhentikan Kepala Kepolisian Yalimo, Komisaris Besar Rudolof Yabansabra pada hari Senin setelah empat senapan serbu hilang dari kantor polisi pada hari Minggu (9 Juni). “Saya akan memberhentikan Kepala Kepolisian Yalimo pada hari Senin,” katanya.

Berbicara kepada ANTARA saat dihubungi dari Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, pada hari Minggu (9 Juni), dia menyatakan bahwa empat senapan polisi tersebut dicuri oleh seorang polisi Yalimo berusia 23 tahun, yang diidentifikasi sebagai Brigadir Kedua AM.

AM melarikan diri dengan empat senapan dari ruang penyimpanan senjata kantor polisi Yalimo di Kecamatan Elelim, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Minggu pagi, pukul 4 pagi waktu setempat, katanya.

Sebuah tim personel polisi Papua telah dikerahkan ke Yalimo untuk menyelidiki kasus ini dan memburu pelaku untuk mengembalikan senapan serbu yang dicuri dan puluhan peluru, demikian Fakhiri menegaskan.

Terkait kronologi peristiwa yang menyebabkan pencurian senapan polisi oleh AM, dia mengatakan bahwa AM dilaporkan tidak mengenakan seragam polisi ketika tiba di kantor polisi Yalimo pada Minggu pagi.

AM membawa ransel besar dan terlihat dalam keadaan mabuk. Dia memberitahu rekan-rekannya yang bertugas di pagi hari bahwa dia mencari tempat untuk mengisi daya baterai ponselnya.

Setelah masuk ke kantor polisi, AM tiba-tiba berlari ke ruang penyimpanan senjata dan mengambil empat senapan. Dia kemudian meletakkan tiga senapan ke dalam ransel besar dan membawa satu lagi, kata Fakhiri.

Ketika petugas polisi yang bertugas mencoba menghentikannya, AM mengancam akan menembak mereka. Dia kemudian melarikan diri dari kantor polisi, menurut Fakhiri.

Seperti dilaporkan sebelumnya, pada Kamis, 1 Februari 2024, kelompok separatis Papua bersenjata dilaporkan berhasil mendapatkan senapan serbu dan sebuah magazen di Distrik Puncak, Papua Tengah.

MEMBACA  'Tanpa Akhir yang Terlihat’: Kota Israel yang Dievakuasi Siap Menghadapi Kemungkinan Perang dengan Hezbollah

Senapan Pindad SS1-V1 yang dicuri dan magazen yang berisi 20 peluru kaliber 5,56 mm merupakan milik pos keamanan Bandara Aminggaru di Kecamatan Ilaga.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok pemberontak bersenjata sering menggunakan taktik serangan mendadak terhadap personel keamanan Indonesia dan melakukan tindakan teror terhadap warga sipil di distrik Intan Jaya, Nduga, dan Puncak untuk menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.

Sasaran dari tindakan teror tersebut termasuk pekerja konstruksi, pengemudi ojek, guru, murid, pedagang makanan jalanan, dan juga pesawat sipil.

Berita terkait: Ketua MPR desak tindakan tegas terhadap KKB di Papua
Berita terkait: Pemberontak Papua terluka dalam baku tembak dengan pasukan Indonesia

Translator: Evarukdijati, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak cipta © ANTARA 2024