Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi terkini di pasar modal negara.
Berbicara kepada media di Jakarta, Rachman menyatakan pengunduran dirinya itu meskipun terjadi perbaikan kondisi pasar pada Jumat pagi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 88,88 poin, atau 1,08 persen, ke level 8.321,08 pada hari Jumat.
Namun, pada sesi perdagangan pertama Kamis pukul 09.26 WIB, indeks acuan tersebut terjun bebas 665,89 poin, atau 8,00 persen, ke 7.654,66, yang membuat BEI menghentikan sementara perdagangan.
Pada Rabu pagi, indeks telah dibuka turun 597,75 poin, atau 6,66 persen, ke level 8.382,48.
“Walaupun kondisi membaik pagi ini, saya ingin menyatakan, dan tidak ada pertanyaan lagi, bahwa sebagai Direktur Utama BEI, dan sebagai wujud tanggung jawab atas apa yang terjadi selama dua hari terakhir, saya mengundurkan diri dari posisi ini,” ujar Rachman.
Meski mengundurkan diri, dia menyampaikan harapan agar pasar modal Indonesia dapat berkinerja lebih baik ke depannya.
“Saya harap keputusan ini untuk kebaikan pasar modal, dan pengunduran diri saya dapat membantu membaikkan kondisi pasar,” katanya, menambahkan bahwa ia berharap pemulihan indeks akan berlanjut di hari-hari mendatang.
Berita terkait: Danantara mendorong BUMN untuk tingkatkan IPO di pasar Indonesia
Berita terkait: Pemerintah Indonesia perintahkan tindakan tegas pada manipulator pasar modal
Berita terkait: BEI akan segera umumkan penyesuaian konsep “free float”
Penerjemah: Muhammad Heriyanto, Kuntum Khaira
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026