WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — PADI Reborn sudah melalui perjalanan panjang selama 28 tahun di industri musik Indonesia.
Band yang dipimpin oleh Piyu (gitar), Fadly (vokal), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum) ini bukan cuma bertahan menghadapi perubahan zaman dan teknologi, tapi juga melewati fase jatuh-bangun yang membentuk identitas mereka hingga sekarang.
Dalam perayaan 28 tahun perjalanan musik mereka, Piyu mengenang masa-masa awal perjuangan yang penuh kesederhanaan.
Baca juga: Piyu PADI Reborn Dukung Audit Royalti, Laporan GARPUTALA ke KPK Jadi Alarm Serius
Berasal dari Surabaya, Padi memulai mimpi besar dengan semangat dan keyakinan, meskipun harus menghadapi banyak keterbatasan.
“Kalau diingat-ingat dulu, kami tinggal satu rumah bersama. Rekaman masih pakai pita yang beratnya sampai dua kilogram, itu kami bawa naik angkot. Dari situ sampe akhirnya bisa dapat penghargaan dan tampil di luar negeri,” kata Piyu dalam jumpa pers di daerah Tomang, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026).
Perjalanan Padi Reborn, menurut Piyu, seperti roller coaster.
Mereka pernah berada di puncak popularitas, menjadi salah satu band paling berpengaruh di Indonesia.
Tapi, dinamika internal dan tekanan industri membawa mereka ke titik terendah, hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti (vakum) pada tahun 2010.
“Masa itu berat. Sampai 2010 kami vakum, dan baru pada 2017 kami mulai bangkit lagi dengan keputusan untuk Reborn,” ujar Piyu.
Vakum selama tujuh tahun itu menjadi fase refleksi sekaligus ujian buat Padi.
Namun, pengalaman pahit tersebut malah menjadi bekal berharga yang memperkuat pondasi mereka saat kembali bersatu.
“Masa-masa yang tidak mudah itu menjadi perjalanan penting untuk kami. Itu pengingat bahwa kami pernah melewati badai,” ungkap Piyu.
Gitaris Ari mengakui, kembalinya Padi pada 2017 adalah sebuah keajaiban yang susah dijelaskan dengan logika.
Menurut dia, secara hitungan rasional, peluang untuk kembali bersatu sangat kecil.
Baca juga: Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Berkarya dengan Konser dan Panggung 360 Derajat
“Secara di atas kertas, kami itu sangat susah untuk bersatu lagi. Tapi berkat Tuhan Yang Maha Esa, kami bisa kembali bersama,” kata Ari.