Kementerian Waspadai Lonjakan Kasus Campak Menjelang Libur Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan memperingatkan kemungkinan peningkatan kasus campak menjelang liburan Idul Fitri yang akan datang, akibat meningkatnya mobilitas dan pertemuan sosial masyarakat.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit (Plt.) Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menyebutkan pola kasus campak dalam beberapa tahun terakhir berkaitan erat dengan periode libur panjang, yang cenderung meningkatkan kerumunan warga.

“Kami melihat korelasi antara kejadian kasus ini dengan perkumpulan-perkumpulan saat perayaan,” kata Saguni dalam konferensi pers daring mengenai perkembangan kasus campak, Jumat.

Menurut Saguni, tren dalam lima tahun terakhir menunjukkan kasus biasanya naik di awal tahun, lalu turun, kemudian meningkat lagi antara Agustus dan November.

Dia menjelaskan, kasus campak sebenarnya sudah mulai menurun hingga minggu kedelapan tahun ini. Namun, kementerian mengingatkan bahwa potensi kenaikan tetap harus diantisipasi pada saat libur panjang.

“Jika ada balita atau siapapun yang diduga ada gejala seperti demam disusul ruam campak, lebih baik tidak bepergian. Dengan libur Lebaran yang mendekat, kemungkinan orang berkumpul cukup tinggi,” tambahnya.

Kementerian mencatat 10.453 kasus suspek campak dalam dua bulan pertama tahun 2026, dengan tambahan 506 kasus suspek dilaporkan pada minggu ke-8.

Oleh karena itu, Saguni mengimbau masyarakat segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika menunjukkan gejala dan mengurangi kontak dengan individu yang sehat.

“Jika ada anggota keluarga, terutama anak, yang sakit, harus segera dibawa ke faskes. Kurangi kontak dengan orang sehat untuk mencegah penularan,” ujarnya.

Berita terkait: Indonesia pastikan vaksin MR aman di tengah kasus campak

Berita terkait: Indonesia tingkatkan surveilans campak setelah peringatan

Penerjemah: Hana, Kenzu
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Kementerian Perkuat Program Kesehatan untuk Tingkatkan Kondisi Siswa

Tinggalkan komentar