Kementerian Tutup Sementara 11 Bandar Udara Perintis di Papua Usai Insiden Penembakan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan sementara menutup 11 bandara perintis di Papua sebagai langkah pencegahan untuk menjamin keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara menyusul insiden penembakan yang menewaskan pilot dan kopilot Smart Air.

“Salah satu langkah pencegahan kami saat ini adalah menutup beberapa bandara yang tidak memiliki keamanan memadai untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.

Penutupan ini dilakukan karena keamanan yang tidak memadai membawa risiko besar bagi kru dan penumpang pada penerbangan perintis.

Kemenhub berkoordinasi intensif dengan pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan optimal di sekitar bandara, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Koordinasi ini melibatkan TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas kawasan.

Upaya ini mendukung tujuan pemerintah untuk memulihkan transportasi udara secara bertahap di bandara perintis terdampak.

Kemenhub menegaskan bahwa operator yang menunda penerbangan di wilayah Papua dengan alasan keamanan tidak akan dikenai sanksi.

Penerbangan dapat beroperasi lagi setelah kondisi keamanan di bandara tujuan terpenuhi. Operator memiliki wewenang penuh untuk melakukan penilaian keamanan dan memutuskan melanjutkan operasi.

Kemenhub tetap prihatin setelah penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada 11 Februari 2026 di rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW).

Serangan yang terjadi di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan tersebut mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia.

Kesebelas bandara perintis yang ditutup adalah Koroway Batu, Bomakia, Yaniruma, Manggelum, Kapiraya, Iwur, Faowi, Dagai, Aboy, Teraplu, dan Beoga.

Sementara itu, lima bandara lainnya—Kiwirok, Moanamani, Sinak, Illu, dan Agandugume—masih dalam kondisi rentan namun terkendali. Keamanan di lokasi ini disediakan oleh TNI-Polri, sehingga operasi bisa berlanjut dengan pemantauan ketat.

MEMBACA  Kurnia Meiga, Mantan Kiper Timnas, Beralih Profesi Jualan Emping, Dapat Dukungan Semangat dari NetizenTranslation: Kurnia Meiga, former national team goalkeeper, switches to selling emping crackers, receives spirited support from netizens

Berita terkait: Satgas: 20 Anggota KKB Diduga Dalang Penembakan Smart Air di Papua Selatan

Berita terkait: Haru dan Duka saat Kopilot Papua Dimakamkan

Penerjemah: Muhammad Harianto, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar