Keluarga Beberkan Penyebab Rumah Singgah Jupe Terlantar: Terhambat Biaya dan Izin

Selasa, 21 April 2026 – 20:35 WIB

Jakarta, VIVA – Rencana bagus yang pernah dicetuskan almarhumah Julia Perez atau yang akrab dipanggil Jupe untuk menolong anak-anak penderita kanker sampai sekarang belum terwujud. Rumah singgah yang dibangun di daerah Pondok Ranggon diketahui dalam keadaan terbengkalai dan belum bisa dipakai hingga saat ini.

Keadaan itu dikatakan langsung oleh adik almarhumah, Nia Anggia. Ia menjelaskan kalau bangunan itu sebenarnya masih ada. Tapi, berbagai masalah membuat rumah singgah itu belum bisa berjalan seperti rencana awal.

“Untuk rumah singgah masih ada. Tapi kita gak jalanin nih. Karena untuk jadi rumah singgah kan prosesnya gak gampang butuh perizinan dan biaya besar,” kata Nia Anggia pada Selasa, 21 April 2026.

Ide membangun rumah singgah itu muncul waktu Julia Perez sedang menjalani pengobatan karena kanker yang dideritanya. Saat itu, dia punya kepedulian besar pada anak-anak yang mengalami hal serupa, jadi timbul keinginan untuk menyediakan tempat singgah yang nyaman buat mereka.

Sayangnya, rencana itu tidak sempat terwujud sepenuhnya sampai Jupe meninggal. Nia mengatakan bahwa dari awal, proses mendirikan rumah singgah memang tidak mudah karena butuh banyak persiapan administrasi dan dana yang tidak sedikit.

“Rumah singgah kan baru dibuat waktu kak Jupe sedang sakit saat itu. Sampai Kak Jupe menghilang kita belom bisa wujudkan karena 2 hal tadi mas,” jelasnya.

Masalah utama yang dihadapi keluarga adalah proses perizinan yang cukup sulit serta kebutuhan biaya operasional yang besar. Kedua hal itu jadi alasan utama kenapa rumah singgah tersebut sampai kini belum bisa beroperasi.

Selain urusan administrasi, kondisi fisik rumah juga jadi tantangan sendiri. Bangunan itu diketahui merupakan peninggalan keluarga yang sudah lama kosong dan tidak dihuni. Akibatnya, beberapa bagian rumah mengalami kerusakan dan perlu renovasi besar.

MEMBACA  Lampu benang pintar ini dapat tetap terpasang sepanjang tahun dan lebih murah daripada pesaingannya.

“Iya itu sebenarnya peninggalan rumah mama, karena kosong tidak ditempati bertahun-tahun sekarang banyak yang rusak rumahnya butuh biaya besar untuk renovasi,” ungkap Nia.

Kerusakan yang terjadi membuat keluarga harus pertimbangkan langkah selanjutnya dengan matang. Tanpa renovasi total, rumah itu dinilai belum layak dipakai sebagai fasilitas sosial untuk pasien kanker.

Meski saat ini keadaannya belum memungkinkan, keluarga masih punya harapan untuk memperbaiki bangunan tersebut. Tapi, pelaksanaan rencana itu sangat tergantung pada tersedianya dana.

Tinggalkan komentar