Rabu, 11 Maret 2026 – 03:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pasukan keamanan Israel meningkatkan pengamanan di sekitar rumah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem. Tindakan ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.
Seperti dilaporkan media Israel pada Minggu, 8 Maret 2026, badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mulai menggunakan drone untuk memantau wilayah sekitar rumah Netanyahu.
Lembaga itu juga memutuskan untuk menambah perlindungan bagi beberapa pejabat tinggi, termasuk anggota kabinet keamanan Israel. Beberapa dari mereka bahkan diberi kendaraan lapis baja.
Langkah ini hanya diberikan kepada pejabat yang dianggap menghadapi tingkat ancaman lebih tinggi dari yang lain, karena adanya kekhawatiran akan kemungkinan serangan.
Sebagai langkah tambahan, keluarga beberapa menteri senior dipindahkan dari rumah mereka ke apartemen dengan perlindungan khusus. Sementara itu, keluarga pejabat lain untuk sementara ditempatkan di hotel.
Tapi, ada juga kritik dari para menteri yang tidak termasuk dalam kebijakan ini. Mereka mempertanyakan perbedaan penilaian tingkat ancaman yang dianggap tidak adil, seperti dilaporkan Channel I24.
Selain itu, Shin Bet juga baru saja memperketat aturan bagi para menteri tentang penggunaan telepon seluler. Kebijakan ini diambil karena penilaian bahwa Iran berpotensi melakukan serangan siber atau upaya phishing.
Perlu diketahui, pada Oktober 2024, kelompok militan Lebanon, Hezbollah, melancarkan serangan drone ke rumah pribadi Netanyahu di Caesarea. Saat kejadian, Netanyahu tidak berada di rumah.
Dua dari tiga drone yang diluncurkan dari Lebanon berhasil dihentikan, sementara satu drone lainnya jatuh di rumah Netanyahu.
Media Israel, termasuk Netanyahu sendiri, menyebut kejadian itu sebagai upaya pembunuhan.
Serangan itu terjadi ketika ketegangan antara Israel dan Lebanon sedang meningkat, yang saat itu terlibat konflik mematikan. Dalam konflik tersebut, Israel melakukan invasi, pendudukan, dan pengeboman di beberapa kota di Lebanon.
Saat ini Israel juga sedang melakukan serangan militer bersama Amerika Serikat terhadap Iran sejak 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan setidaknya 1.255 warga Iran.
Operasi militer yang masih berlangsung ini merupakan puncak dari ancaman Amerika Serikat terhadap Iran terkait program nuklir dan pemerintahannya, serta konflik tidak langsung yang telah berlangsung puluhan tahun antara Israel dan Teheran.
Selain menyerang Iran, Israel juga pada waktu yang sama melancarkan serangan ke Lebanon. Dalam 10 hari terakhir, hampir 400 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari setengah juta warga Lebanon terpaksa mengungsi.