Kazakhstan Dukung Dewan Perdamaian Trump, Dukung Upaya Stabilitas Global

Jakarta (ANTARA) – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev telah menyatakan dukungannya terhadap Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, dewan ini akan memberikan kontribusi yang berarti untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas global.

“Kazakhstan yakin bahwa *Board of Peace* akan memberi kontribusi yang bermakna bagi penguatan perdamaian dan stabilitas global,” kata Tokayev dalam pernyataan resminya yang diterima di Jakarta pada Jumat.

Tokayev mengatakan *Board of Peace* merupakan inisiatif yang tepat waktu dan relevan, bertujuan untuk menghasilkan hasil yang cepat dan efektif. Ia menambahkan bahwa dewan ini dimaksudkan untuk melengkapi, bukan menggantikan, pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti ditegaskan Trump pada upacara penandatanganan dewan tersebut.

“Rencananya tampak terstruktur dengan baik, ambisius, namun realistis. Tanpa kemauan politik yang sungguh-sungguh untuk bergerak maju menuju solusi dua-negara, tidak ada rencana yang dapat benar-benar berkelanjutan,” tambahnya.

Tokayev juga menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang kuat dan visioner yang memprioritaskan kepentingan nasional negaranya.

“Kazakhstan adalah pendukung kuat dari penekanan Presiden Trump pada kebijakan-kebijakan yang masuk akal dan pemulihan hukum serta ketertiban,” ujarnya.

Berkomentar tentang keputusan Kazakhstan untuk bergabung dengan *Abraham Accords* yang diinisiasi Trump, Tokayev menyatakan langkah itu akan membantu menciptakan fondasi kuat untuk menarik investasi, teknologi maju, dan manfaat ekonomi yang nyata.

Dengan bergabung dalam kerangka kerja itu, Kazakhstan menegaskan kembali keyakinannya bahwa diplomasi adalah cara paling efektif untuk menyelesaikan perbedaan pendapat, tuturnya.

“Kazakhstan menjaga hubungan yang sangat baik dengan Israel, sementara pada saat yang sama secara konsisten mendukung rakyat Palestina dan menganjurkan solusi dua-negara,” imbuh dia.

Trump mengumumkan pembentukan *Board of Peace* pada 15 Januari sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk Gaza. Berdasarkan rencana ini, perjanjian gencatan senjata dicapai pada 10 Oktober 2025.

MEMBACA  Guru PNS dari Aceh sampai Papua Menggelar Demo di Jakarta, Menuntut Pemerintah Membayarkan Tunjangan Kinerja Sejak 2020

Berita terkait: Indonesia akan main peran penyeimbang di *Board of Peace* Trump

Berita terkait: Indonesia: *Gaza Peace Board* akan dikelola teknokrat Palestina

Berita terkait: Prabowo sinyalir Indonesia mungkin keluar BoP jika kemerdekaan Palestina tak terpenuhi

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar