Jumat, 27 Maret 2026 – 15:25 WIB
Palembang, VIVA – Usaha untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di Sumatera Selatan terus mendapat perhatian. Terlihat dari pertemuan antara polisi daerah dengan perusahaan listrik negara (PLN) untuk membahas peningkatan koordinasi, terutama dalam pengamanan aset vital nasional.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menerima kunjungan pimpinan PT PLN Unit Induk Distribusi S2JB di Mapolda, Jumat (27/3/2026). Pertemuan ini jadi ajang diskusi untuk menyamakan langkah menjaga keandalan listrik, yang sangat penting bagi masyarakat dan perekonomian.
Dalam pertemuan itu, Kapolda menekankan bahwa polisi dan PLN punya tanggung jawab yang saling terkait dalam layanan publik. Menurut dia, stabilitas listrik bukan cuma untuk kebutuhan rumah, tapi juga sangat mempengaruhi keamanan dan kelancaran banyak sektor.
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
“Pasokan listrik yang stabil sangat mendukung operasional kepolisian dan aktivitas ekonomi. Tidak ada instansi yang bisa kerja sendiri; sinergi ini adalah kunci stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan di Sumsel,” kata Kapolda.
Pengamanan Lebaran Diperluas, Mulai dari Tempat Wisata hingga Ziarah
Ia juga apresiasi peran PLN dalam menjaga listrik, terutama saat momen penting seperti arus mudik dan balik Lebaran dalam Operasi Ketupat. Ketersedian listrik yang baik membantu kelancaran pengamanan di tol dan rest area.
Pertemuan ini juga jadi tindak lanjut kerjasama yang sudah dibangun lewat Nota Kesepahaman antara PLN dan Polri tahun 2022. Kerjasama itu meliputi banyak hal, mulai dari tukar data, pengamanan, sampai peningkatan SDM.
Kapolda juga soroti potensi Sumsel sebagai daerah dengan energi yang melimpah. Menurutnya, ini bisa jadi peluang untuk tarik investasi dan dorong pertumbuhan industri, asal dikelola dengan baik.
Selain itu, komunikasi publik juga diperhatikan. Kapolda ingatkan pentingnya menyampaikan informasi yang akurat ke masyarakat, terutama soal layanan listrik. Info yang tidak jelas bisa berpotensi menimbulkan keresahan.
“Kita harus edukasi masyarakat tentang pentingnya jaga jaringan listrik. Koordinasi yang baik dari awal adalah kunci untuk mengurangi risiko gangguan di lapangan,” tambahnya.
Halaman Selanjutnya
Tak hanya itu, risiko gangguan terhadap infrastruktur listrik juga dibahas. Makanya, koordinasi antara PLN dan aparat keamanan dinilai penting untuk cegah gangguan dan pastikan respons cepat jika ada masalah.