Kapal KM Citra Meledak dan Terbakar di Perairan Selayar, Kapten dan Seorang ABK Meninggal

Selasa, 17 Maret 2026 – 04:40 WIB

Makassar, VIVA – Dua orang awak Kapal Motor (KM) Citra Anugrah meninggal dunia akibat luka serius. Mereka jadi korban ledakan dan kebakaran kapal saat kapal itu lagi sandar di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

"Berdasarkan pemeriksaan sementara di lokasi, diduga ledakan berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang ditemukan dalam kondisi pecah," jelas Kapolres Selayar AKBP Didid Imawan melalui keterangan tertulisnya yang diterima hari Senin.

Kedua korban tersebut adalah Aryadin (40 tahun) yang merupakan kapten kapal dan Arif Jaya (40 tahun) yang adalah anak buah kapal (ABK). Mereka berdua tidak sempat menyelamatkan diri saat ledakan terjadi.

Sementara itu, dua ABK lainnyaberhasil selamat. Iksan (45 tahun) mengalami patah tulang kaki saat melompat dari kapal, sedangkan Irfan (35 tahun) hanya mendapat luka-luka ringan dalam kejadian Senin pagi itu.

KM Citra Anugrah yang dimiliki oleh Haji Salam diketahui mengangkut sekitar 2.000 paket barang campuran, termasuk bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite, serta tabung gas ukuran 3 kg dan 12 kg. Banyak dari barang-barang itu berserakan di sekitar area dermaga.

Rencananya, barang-barang tersebut akan dibawa ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, untuk memenuhi kebutuhan warga menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Menanggapi kejadian ini, petugas dari Polres Kepulauan Selayar bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan evakuasi korban, mengamankan TKP dengan memasang garis polisi, serta membantu memadamkan api dan mengusir asap hitam pekat di pelabuhan.

Kapolres menerangkan bahwa muatan kapal yang naas itu berisi bahan pokok, gas elpiji, dan BBM yang merupakan pasokan untuk masyarakat yang akan dikirim ke Kecamatan Pasimarannu jelang lebaran tahun ini.

MEMBACA  Pemerintah Papua Tegaskan Perlindungan Hak Ulayat atas Tanah

Untuk mengantisipasi terhambatnya distribusi logistik ke wilayah tersebut—mengingat kebutuhan jelang lebaran sedang tinggi— pihak-pihak terkait langsung melakukan koordinasi.

Jenazah kedua korban yang meninggal telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Kecamatan Pasimarannu, setelah keluarga menolak dilakukan proses autopsi.

Halaman Selanjutnya

Meski dugaan sementara penyebabnya adalah ledakan tabung gas, kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (Ant)

Tinggalkan komentar