Kabupaten Tanah Datar Rencanakan Pembangunan Dam Sabo Baru untuk Antisipasi Banjir

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, mengajukan kembali pembangunan sabo dam yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan.

“Pada 2026, Kabupaten Tanah Datar kembali mengajukan pembangunan sabo dam, termasuk satu di Jorong Duo Koto, Nagari Guguak Malalo, yang rusak karena banjir bandang,” ujar Bupati Tanah Datar, Eka Putra, di Tanah Datar, Minggu.

Sebelumnya, kabupaten tersebut juga mengajukan pembangunan tiga sabo dam yang terdampak bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi. Proyek infrastruktur sumber daya air ini menelan biaya hingga Rp249 miliar dan akan segera dimulai pembangunannya.

Ketiga sabo dam akan dibangun di Batang Lona, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan; Batang Anai di Nagari Singgalang; dan Batang Pagu-Pagu di Nagari Pandai Sikek. Kedua lokasi terakhir berada di Kecamatan Sepuluh Koto.

Putra menyatakan pembangunan sabo dam di Guguak Malalo sangat penting, karena masyarakat setempat mengandalkan Sungai Batang Malalo untuk irigasi sawah, air minum, dan kebutuhn sanitasi.

Sementara itu, Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi, mengatakan banjir bandang yang terjadi akhir November 2025 menyebabkan sabo dam di Jorong Duo Koto roboh.

Ia menambahkan, banjir bandang menerjang tiga lokasi di Nagari Guguak Malalo, sehingga pembangunan tiga sabo dam diperlukan untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

Di Jorong Duo Koto, material banjir—termasuk batu besar, kayu, dan pasir—saat ini tertahan di pintu air, sehingga dikhawatirkan dapat memicu bencana lanjutan jika tidak segera ditangani.

“Dam pengendali ini akan sangat bermanfaat karena dapat mengatur aliran air, terutama saat musim hujan,” katanya.

MEMBACA  Pemerintah Memastikan Implementasi Program Pencegahan Stunting di Papua

Tinggalkan komentar