KA Argo Bromo Anggrek Kecelakaan Lagi! Avanza Bertemper, 4 Jiwa Melayang

Jumat, 1 Mei 2026 – 17:11 WIB

Grobogan, VIVA – Kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek terjadi lagi. Kereta api yang dijuluki ‘Raja Jalur Utara’ ini menabrak sebuah mobil pribadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat dini hari, 1 Mei 2026.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di jalur Tuko–Sidorejo, tepatnya di Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang membawa sembilan penumpang tertemper kereta yang melaju dari arah barat ke timur.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Arie Eko, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut datang dari arah selatan menuju utara. Saat hendak melintas rel, mobil diduga berhenti tepat di atas jalur kereta karena mengalami mati mesin.

“Pada saat besamaan, kereta api yang melintas di jalur yang sama sudah dalam jarak dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” kata Arie dalam keterangan, Jumat 1 Mei 2026.

Benturan keras tak terelakan. Bagian depan kiri mobil dihantam kereta dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, kendaraan terpental hingga sekitar 20 meter, menghantam tiang jaringan telekomunikasi, sebelum akhirnya terlempar ke area persawahan di sisi selatan rel.

Dampak kecelakaan ini sangat fatal. Empat orang dilaporkan meninggal dunia, yaitu Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), dan Shazia Belvania Mutia (2). Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Pulokulon I, namun nyawa mereka tidak tertolong.

“Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pulokulon I sebelum dinyatakan meninggal dunia,” ujar Arie.

Sementara itu, korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Dua orang dirawat intensif di RSUD Purwodadi dalam kondisi cukup serius, sedangkan beberapa lainnya menjalani perawatan jalan.

MEMBACA  Memahami Pentingnya Masa Keemasan: Cara Insanul Fahmi Melindungi Mental Anak di Tengah Konflik Perselingkuhan

Pengemudi mobil, Kardi (50), dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Namun, dugaan awal mengacu pada faktor kelalaian saat melintasi perlintasan tanpa pengaman.

“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu,” kata Arie. (Ant)

Tinggalkan komentar