Judul: Permohonan Maaf Alumni LPDF Dwi Sasetyaningtyas Usai Viral Memamerkan Paspor Inggris Anak dan Dihujat Netizen

Ringkasan Berita:

Nama alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, menjadi viral setelah memamerkan paspor Inggris anaknya dan menyebut kata-kata "paspor kuat", yang memicu kritik netizen soal nasionalisme.

Ia akhirnya menyampikan permintaan maaf terbuka dan menegaskan tetap bangga jadi WNI serta tidak bermaksud merendahkan Indonesia.

Polemik ini telah memicu diskusi tentang kewajiban mengabdi bagi alumni LPDP dan isu brain drain (pelarian otak) di Indonesia.

*

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Nama Dwi Sasetyaningtyas mendadak viral di media sosial setelah video dirinya yang memperlihatkan paspor Inggris milik anaknya menuai kontroversi.

Alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka usai dihujat warganet.

Polemik ini berkembang luas dan memicu diskusi tentang nasionalisme, kewajiban para penerima beasiswa negara, hingga fenomena brain drain.

Kronologi Video Viral

Video yang diunggah melalui akun pribadi Dwi memperlihatkan dokumen kewarganegaraan Inggris milik anaknya. Dalam rekaman itu, ia menunjukkan rasa bahagianya dan menyebut ingin anak-anaknya punya "paspor kuat WNA".

Pernyataan tersebut memicu kritik yang keras.

Banyak netizen menilai ucapannya terkesan merendahkan paspor Indonesia dan tidak mencerminkan semangat nasionalisme, apalagi ia adalah penerima beasiswa LPDP yang dibiayai dana publik.

Video itu kemudian dihapus, tapi potongannya sudah terlanjur viral dan menjadi pembicaraan di berbagai platform media sosial.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf**

Menanggapi kritik yang datang, Dwi menyampaikan permintaan maaf lewat media social.

Ia mengakui pernyataannya telah menimbulkan kegaduhan dan kesalahpahaman.

"Saya meminta maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan banyak pihak. Tidak ada sedikitpun niat saya untuk merendahkan bangsa sendiri. Saya bangga menjadi WNI," tulisnya.

Ia menegaskan bahwa video tersebut hanyalah ekspresi pribadinya sebagai orang tua, bukan sebuah sikap terhadap Indonesia.

MEMBACA  Rendahnya Kesadaran dan Disinformasi Hambat Penanganan Campak di Indonesia

Berikut pernyataan dan permohonan maaf lengkap dari Dwi:

"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat ‘cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan’, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut."

Tinggalkan komentar