Selasa, 6 Januari 2026 – 05.00 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto ingatkan semua pihak untuk tidak jadi pendendam. Menurut dia, bersaing ketat boleh saja asal tidak sakit hati sampai punya dendam kalau kalah.
Hal itu dia sampaikan dalam pidato di acara perayaan Natal nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin kemarin.
"Kalau masuk ke kancah politik pasti persaingannya sangat ketat, keras, dan itu tidak masalah. Masuk lapangan bola juga persaingannya keras, mana ada orang yang mau kalah? Bener kan?" kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyinggung soal kekalahannya tiga kali dalam Pilpres yang pernah diikutinya. Meski kalah, dia mengaku lapang dada dan tidak menyimpan dendam.
"Aku kalah Pilpres berapa kali ya, lupa, tapi tidak ada masalah," tuturnya.
Dia tegaskan memegang prinsip untuk tidak benci dan dendam pada siapapun saat kalah. Prinsip itu dipegangnya kuat saat kalah dalam Pilpres.
"Kita tidak boleh sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci. Dan saya berusaha teguh pada pendirian itu," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengutip ajaran Nasrani dari khotbah Yesus di Matius 5:39, tentang "pipi kanan ditampar, berikan pipi kiri". Ajaran itu artinya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Dia jelaskan bahwa dia selalu ingin mencari kebaikan daripada keburukan. Prabowo ingin merangkul semua pihak untuk bersatu, bukan buat perpecahan.
"Jadi bagi saya, saya selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan. Saya ingin cari persatuan daripada perpecahan," pungkas Prabowo.