Jawaban Tegas Tompi Menanggapi Tuduhan Membela Gibran untuk Posisi

Selasa, 6 Januari 2026 – 04:02 WIB

Nama dokter dan musisi Tompi lagi jadi sorotan publik setelah dituduh oleh warganet. Mereka bilang dia membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka cuma buat incar jabatan tertentu. Tompi langsung jawab tudingan itu dengan balasan yang singkat tapi tajam, yang kemudian viral di media sosial.

Baca Juga :


TERPOPULER: Model Majalah Dewasa Dikaitkan Lagi dengan Ridwan Kamil, Tompi Kritik Pandji Bela Gibran

Polemik ini mulai terjadi waktu Tompi kasih pandangannya tentang pertunjukan stand up comedy tunggal berjudul Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono yang nyindir fisik Gibran. Scroll ke bawah untuk baca artikel lengkapnya.

Tompi dan Pandji Pragiwaksono

Baca Juga :


Polri Didesak Usut Kasus Candaan Pandji Pragiwaksono soal Adat Toraja

Dalam pernyataannya, Tompi menilai candaan yang nyinggung kondisi fisik bukan kritik yang cerdas. Sikapnya ini malah bikin sebagian netizen nuduh Tompi punya misi tersembunyi. Salah satu warganet langsung tanya Tompi dengan nada sindiran.

“Dokter termul mau jabatan apa?” tanya seorang netizen ke Tompi, dikutip dari unggahan Instagram Story @dr_tompi pada Selasa, 6 Januari 2025.

Baca Juga :


Viral Stand-up Comedy Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Sindir Ahmad Dhani Soal Hak Cipta

Gak tinggal diam, Tompi kasih respons yang tajam dan to the point buat balas netizen itu.

“Emang sanggup mau gajiannya brp? Jenis sampah begini banyak,” jawaban Tompi yang menohok.

Gak berhenti di situ, Tompi juga upload foto bareng Gibran dan beberapa teman sejawatnya. Unggahan itu dikasih keterangan bernada canda yang makin menarik perhatian publik.

“Komisaris atau dirut pertamina ya? Coba cocoknya apaa @melaney_ricardo,” tulisnya.

Sebelumnya, Tompi pernah angkat bicara soal sindiran ke fisik Gibran. Dalam keterangannya, Tompi tekankan bahwa menjadikan kondisi tubuh sebagai bahan lelucon itu gak pantas, apalagi kalau diliat dari sudut pandang medis.

MEMBACA  Apa itu Kredit IRS untuk Lansia atau Penyandang Disabilitas?

“Menertawakan kondisi fisik seseorang, dalam konteks apapun, bukan bentuk kritik yang cerdas. Apa yang keliatan ‘mengantuk’ di mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulisnya.

Tompi juga tegaskan bahwa kritik tetap sah dilakukan, tapi harus pada hal yang relevan.

“Kritik boleh, satire boleh, humor juga sah, tapi merendahkan kondisi tubuh seseorang bukan kecerdasan, melainkan kemalasan mikir,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, ruang publik harusnya diisi dengan diskusi yang berkualitas.