Rabu, 7 Januari 2026 – 05:00 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden RI Prabowo Subianto memanggil ketua-ketua umum partai politik (parpol) saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026.
Kata Prasetyo, hal itu dilakukan buat memastikan koalisi pemerintahannya tetap solid.
“Itu kan bagian dari beliau ingin kita semua, bagian dari Koalisi Merah Putih yang terdiri dari gabungan partai-partai politik, baik yang punya kursi di parlemen maupun yang belum punya kursi di parlemen,” kata Prasetyo ke wartawan, Rabu, 7 Januari 2026.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kita harus menjadi koalisi yang solid,” lanjutnya.
Prasetyo menjelaskan, diperlukan persatuan dan kerjasama yang solid untuk membangun sebuah negara. Dengan begitu, dia yakin program-program pemerintah akan berjalan baik dan sesuai target.
“Karena dibutuhkanlah persatuan, dibutuhkanlah kerja sama untuk bisa mencapai seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” jelas Prasetyo.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan candaan ke Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam kegiatan retret menteri dan wakil menteri di Hambalang.
Awalnya, Prabowo menyampaikan taklimat sebagai pembuka retret. Sebelum beralih ke pembahasan yang lebih tertutup, Prabowo minta awak media untuk keluar dari ruangan.
“Saudara-saudara, banyak sekali yang kita akan review tapi saya kira taklimat yang selanjutnya sebaiknya kawan-kawan media kita istirahat dulu,” ucap Prabowo.
Prabowo lalu minta persetujuan dari para menteri Kabinet Merah Putih agar arahannya bisa langsung disampaikan secara tertutup.
“Bagaimana? Setuju?” tanya Prabowo.
“Setuju,” jawab para menteri.
“Kok enggak semangat setujunya? Setuju?” tanya Prabowo lagi.
“Setuju!” ucap para jajaran.
Prabowo kemudian beralih bahas soal koalisi. Dia memastikan apakah koalisi pemerintah tetap kuat.
“Tapi di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya?” kata Prabowo.
Dia kemudian cari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Dia berseloroh bahwa PKB harus terus diawasi.
“Ketua PKB ada? Oh, PKB yang harus diawasi terus ini,” canda Prabowo.