Israel dan Lebanon Sepakat Berunding, Amerika Serikat Bertindak sebagai Mediator

Rabu, 15 April 2026 – 13:42 WIB

Amerika Serikat (AS), Israel, dan Lebanon sepakat untuk memulai negosiasi langsung. Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan trilateral di Washington, AS, pada Selasa, 14 April 2026. Demikian menurut pernyataan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Pertemuan itu dipimpin oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Hadir juga Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh, dan Duta Besar Israel, Yechiel Leiter.

"Semua pihak sepakat menggelar negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang akan disepakati kemudian," ujar juru bicara Deplu AS, Tommy Pigott.

Dia menambahkan bahwa AS berharap negosiasi ini bisa menghasilkan kesepakatan yang lebih luas dibandingkan kesepakatan tahun 2024 dan menuju perjanjian damai yang komprehensif.

"Amerika Serikat menegaskan bahwa kesepakatan untuk menghentikan permusuhan harus dicapai oleh kedua pihak dengan mediasi AS, bukan melalui jalur-jalur terpisah," jelas Pigott.

Menurut pernyataan resmi, Israel menyatakan dukungannya untuk melucuti kelompok-kelompok bersenjata non-negara dan menghancurkan infrastruktur militan di Lebanon. Sementara itu, Lebanon menekankan pentingnya implementasi penuh dari kesepakatan November 2024. Mereka juga menyerukan gencatan senjata dan penanganan krisis kemanusiaan.

Pembicaraan ini merupakan kontak diplomatik langsung pertama antara pihak-pihak tersebut dalam waktu lebih dari 30 tahun. Dialog ini berlangsung di tengah serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan yang dimulai sejak 2 Maret lalu.

Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan, serangan-serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.089 orang dan memaksa lebih dari 1 juta penduduk lainnya untuk mengungsi.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa pembicaraan ini adalah awal dari sebuah proses menuju perdamaian jangka panjang. Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh, menyebut pertemuan ini berlangsung secara konstruktif.

"Kami menegaskan integritas wilayah dan kedaulatan penuh negara kami, serta menyerukan gencatan senjata dan kembalinya para pengungsi," kata Hamadeh.

MEMBACA  Istri Pesulap Merah Derita Penyakit Langka Sebelum Tutup Usia

Namun, kelompok Hizbullah di Lebanon menentang negosiasi ini. Mereka menyebut upaya dialog tersebut sebagai hal yang sia-sia.

(Ant)

Tinggalkan komentar