Iran Pertahankan Cengkeraman Kuat di Selat Hormuz, Trump Terdesak Akhiri Perang

loading…

Militer Iran masih kuasai Selat Hormuz. Foto/the week

TEHERAN – Walaupun ada ancaman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan kabinetnya, Iran masih memegang pengaruh yang kuat di Selat Hormuz, menurut Osama bin Javaid dari Al Jazeera. Pendapat ini muncul saat perang antara Iran dan AS-Israel semakin memanas.

“Iran masih memainkan peran penting di Selat Hormuz,” ujarnya. Ia menunjukan bahwa Iran tidak perlu aktif memblokir jalur laut itu dengan kapal-kapal.

Mereka hanya perlu menembakkan cukup banyak misil dan drone supaya perusahaan asuransi kapal menjadi takut untuk mendukung pelayaran melewati selat tersebut.

Di sisi lain, bos Aramco menyerukan dibukanya kembali Selat Hormuz. Para pedagang dan pembuat kebijakan energi mengikuti dengan cemas konflik di Timur Tengah, karena serangan-serangan telah menghentikan produksi energi dan rute pelayaran yang vital.

“Akan ada konsekuensi yang buruk bagi pasar minyak dunia semakin lama gangguan ini terjadi, dan dampaknya akan semakin parah untuk ekonomi global,” kata presiden dan CEO raksasa minyak Saudi Aramco, Amin H Nasser, kepada para wartawan.

“Sangat penting agar pengiriman barang bisa beroperasi lagi di Selat Hormuz.”

Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah menyebabkan guncangan pasokan energi terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

MEMBACA  Indonesia: Menjual Perang Kolonial | Dokumenter

Tinggalkan komentar