Iran Peringatkan AS: Blokade Selat Hormuz Bisa Picu Bahaya Besar

Kamis, 16 April 2026 – 13:00 WIB

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan tentang konsekuensi berbahaya dari sikap dan tindakan provokatif Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Peringatan ini disampaikannya saat percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada Rabu waktu setempat.

Araghchi menegaskan bahwa tindakan AS berpotensi memperburuk situasi di kawasan. Dia juga menyinggung upaya AS untuk menerapkan blokade laut terhadap Iran dengan mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut laman presstv.ir, Kamis 16 April 2026, dalam pembicaraan itu Araghchi juga menjelaskan perkembangan terkini di kawasan setelah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS.

Seperti diketahui, saat pengumuman gencatan senjata, Trump menyebut proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi. Namun, Iran menyayangkan bahwa tuntutan berlebihan dari AS membuat perundingan mentok.

Pejabat Iran menekankan bahwa penghentian semua bentuk agresi terhadap negaranya adalah tuntutan utama yang tidak bisa dipisahkan.

Dalam percakapan tersebut, Araghchi juga menyampaikan apresiasi atas sikap bertanggung jawab China dan Rusia yang menolak rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB awal bulan ini yang dianggap tidak masuk akal dan berat sebelah.

Pada 7 April, Beijing dan Moskow memakai hak veto terhadap resolusi yang ingin memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz. Selat itu sebelumnya ditutup untuk musuh dan sekutunya setelah serangan dari AS dan Israel.

Menurut Araghchi, penolakan China dan Rusia itu efektif mencegah peningkatan ketegangan yang sudah ada.

Sementara itu, Wang Yi memuji ketangguhan rakyat Iran dan menegaskan kesiapan Beijing untuk mendorong diplomasi serta membantu mengakhiri situasi yang dipicu agresi pihak asing terhadap Iran.

MEMBACA  Hari Komik Gratis telah tiba, jadi inilah semua komik gratis yang bisa kamu dapatkan

Drone Super Canggih AS Seharga Rp4 Triliun Jatuh saat Mengintai Iran

Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa pesawat pengintai drone MQ-4C Triton hilang dan jatuh di wilayah Teluk Persia pada 9 April, diduga ditembak jatuh militer Iran.

VIVA.co.id

16 April 2026

Tinggalkan komentar