Investasi Ulang Pemasaran Berbasis AI: Wawasan CEO BlueFocus, Fei Pan

Beijing (ANTARA/PRNewswire) – Bagi BlueFocus, AI bukan lagi sekedar alat untuk efisien. AI mulai menjadi ujian tentang jenis perusahaan seperti apa bisnis ini bisa berkembang.

Laporan tahunan perusahaan tahun 2025, yang dirilis minggu lalu, mencatat pendapatan sebesar USD 10,07 miliar, pendapatan yang didorong oleh AI sebesar USD 546,05 juta, dan total penggunaan token lebih dari satu triliun. Bisnis pembelian media luar negeri BlueFocus tetap menjadi mesin pendapatan terbesarnya, menghasilkan USD 8,28 miliar dan menyumbang 82,25% dari total pendapatan. Pendapatan berbasis AI, meskipun tumbuh pesat, hanya mencakup 5,42% dari total.

Angka-angka ini menggambarkan perusahaan yang sedang bertransisi, bukan yang mengklaim transisinya sudah selesai. BlueFocus masih bertumpu pada bisnis pemasaran luar negeri yang besar. Apa yang diuraikan Pan adalah pertanyaan yang berbeda: apakah AI mulai mengubah cara perusahaan beroprasi, cara mengalokasikan pekerjaan, dan pada akhirnya cara menghasilkan uang.

Dalam surat kepada investor yang dirilis bersamaan dengan laporan tahunan, Pan menulis bahwa BlueFocus sudah bergerak melampaui “tahap dangkal dalam menggunakan alat AI hanya untuk memangkas biaya dan meningktakan efisiensi” dan telah “masuk ke tahap penggunaan metode AI Native yang sebenarnya untuk merekonstruksi bisnis kami, membangun model baru, membangun organisasi baru, dan menciptakan kecerdasan baru yang mampu membuat keputusan secara otonom.”

Klaim tersebut didasarkan pada pandangan operasional spesifik tentang adopsi AI. Pan berpendapat bahwa sinyal yang paling berguna bukanlah jumlah studi kasus AI yang diterbitkan perusahaan atau jumlah produk wrapper yang diluncurkannya, melainkan seberapa dalam AI tertanam dalam alur kerja. “Volume token tidak pernah berbohong,” tulisnya. “Itu adalah indikator awal yang paling jujur tentang apakah AI benar-benar masuk ke dalam proses bisnis.”

MEMBACA  Saya seorang CEO yang dibesarkan oleh seorang supir truk dan buruh pabrik. 2,7 miliar pekerja sistem shift di dunia membutuhkan teknologi yang mendukung mereka.

BlueFocus mengatakan proses itu sudah terlihat dalam tugas-tugas inti yang berkaitan dengan pengiriman klien dan penghasilan pendapatan. Dalam surat investor, Pan menulis bahwa AI sekarang digunakan untuk wawasan media sosial, analisis kreator, control risiko iklan, ekstraksi konten kreatif yang menang, penyesuaian anggaran cerdas, dan produksi konten video. Pada tahun 2025, Blue AI menyelesaikan 146 juta tugas kolaboratif antar-agen. Di sebagian besar skenario operasi inti, termasuk formulasi strategi, alokasi anggaran, dan keputusan pengiriman, perusahaan mengatakan AI mampu mengungguli manusia tanpa campur tagan manual di 85% kasus penggunaan yang relevan.

Bagi BlueFocus, di situlah arti penting bisnis yang sesungguhnya dimulai. Perusahaan tidak menyajikan AI sebagai lapisan tambahan di atas model layanan yang tidak berubah. BlueFocus menggunakan AI untuk mendorong lebih banyak pekerjaan ke dalam sistem yang dapat diulang dan semakin otonom. Dalam kata-kata Pan, “Ketika AI dapat menelusuri kembali proses eksekusinya, mengevaluasi kualiats hasilnya sendiri, dan secara proaktif menyesuaikan langkah selanjutnya, itu bukan lagi sekadar alat yang dipanggil. Ia menjadi sistem end-to-end yang cerdas dan benar-benar berkembang.”

Perbedaan itu juga membentuk bagaimana BlueFocus mendefinisikan basis pendapatan yang lebih baru. Perusahaan mendeskripsikan pendapatan berbasis AI sebagai bisnis yang dihasilkan dengan input manusia yang minimal, tingkat otomatisasi yang tinggi, potensi margin kotor yang lebih besar, dan model bisnis yang memungkinkan data untuk dikumpulkan, dianotasi, diulangi, dan terus dipelajari. Menurut definisi itu, pendapatan berbasis AI mencapai USD 546,05 juta pada tahun 2025. Angka itu masih merupakan bagian minoritas dari total pendapatan, tetapi manajemen menggunakannya sebagai indikator dari mana perusahaan menginginkan pertumbuhan lapisan berikutnya.

Upaya ini melampaui produk dan platform hingga ke struktur internal perusahaan. BlueFocus mengatakan telah membangun basis lebih dari 500 profesional AI, termasuk lebih dari 350 orang di peran terkait produk dan teknologi serta lebih dari 150 orang yang menghubungkan bisnis dan teknologi. Perusahaan juga memperkenalkan mekanisme Mitra Bisnis AI untuk mendorong kemampuan AI ke setiap lini bisnis. Pada tahun 2025, investasi dalm bakat teknikal terkait AI mencapai USD 13,96 juta, naik 76,52% dari tahun ke tahun.

MEMBACA  19 Film Indonesia Tayang Juli 2025, Nomor 7 Ungkap Tragedi Pembunuhan Keluarga di Makassar

Apa yang diuji oleh BlueFocus, pada dasarnya, adalah apakah perusahaan yang dibangun di atas layanan klien skala besar dapat menyesuaikan dirinya dengan AI tanpa kehilangan skala bisnisnya yang mendasarai. Ini membuat sisi layanan luar negeri perusahaan menjadi sangat penting.

Menurut surat investor, lebih dari 80% pendapatan BlueFocus dan lebih dari setengah keuntungannya sekarang berasal dari bisnis luar negeri. Pada tahun 2025, pendapatan dari pembelian media luar negeri mencapai USD 8,28 miliar. Perusahaan mengatakan tiga mitra media strategis utamanya, Meta, Google, dan TikTok for Business, semuanya menyumbang pertumbuhan pendapatan iklan dari tahun ke tahun, sementara hubungan dengan mitra baru seperti AppLovin, Uber Ads, dan Netflix terus ia mu. Kembangkan,
saya minta maaf seharusnya di pelihara,
“Maaf telah menulis ,
“ Kebutuhan tersebut sangat teliti malah ada “

S a d ap saya

Tinggalkan komentar