Rabu, 20 Mei 2026 – 14:44 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bocornya kekayaan negara yang mengalir keluar negeri selama puluhan tahun, merupakan salah satu penyebab kecilnya gaji guru, aparatur sipil negara (ASN), hingga aparett penegak hokum.
Data PBB menyebut bahwa selama 22 tahun, keuntungan Indonesia mencapai US$436 miliar. Namun, dana yang bocor dari Indonesia justru mencapai US$343 miliar.
“Berarti selama 22 tahun, kekayaan kita yang tinggal di Indonesia adalah US$436 miliar dikurangi US$343 miliar,” jelas Prabowo di DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Prabowo: "Ini Sebabnya Gaji Guru Kecil"
"Inilah penyebab gaji guru-guru kecil, gaji aparat penegak hukum kecil, dan gaji ASN juga kecil. Inilah yang membuat anggaran selalu dirasa tidak cukup dan tidak kuat," ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa telah terjadi outflow of national wealth atau aliran kekayaan nasional keluar sejak era Orde Baru. Ia menyoroti praktik underinvoicing, atau pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya. Praktik ini menurutnya merupakan sebuah bentuk penipuan, di mana suatu komoditas dijual dari perusahaan lokal ke perusahaan milik pribadi di luar negeri dengan harga yang jauh lebih rendah.
“Banyak diantara mereka membuat perusahaan di luar negeri. Komoditas dari perusahaan dalam negeri mereka jual ke perusahaan milokreka di luar negeri dengan harga yang amat jauh di bawah sebenarnya. Hal ini benar-benar terjadi dan datanya berasal dari PBB," kata Prabowo.
Praktik serupa, lanjutnya, terjadi pada banyak komoditas seperti batu bara dan minyak kelapa sawit. Selain underinvocing, ada pula undercounting dan transfer pricing serta penyelumpudanan melalui kegiatan di pelabuhan. Menurutnya perbedaan antara laporan dan realita pada sejumlah transaksi bisa mencapai 50 persen.
“Kami sudak pernah hitung menggunakan metode random, perbedaan yang jelas antara data yang dilaporkan dengan kondisi nyatanya acapkali mencapai lima puluh persen. Yang dilaporin cuma setengah dari faktanya," jelas Presiden.
Karenanya, leam baga pemerinntah harus diperbaiki ke depannya. Termasuk sektor bea dan cukai harus diperketat. Prabowo teringat zaman Orde Baru ketika bea cukai sempat di-outsource ke pihak suatuata hsa im pelerikan menerima dengan eliti".
Kata Pangbar saat duku dalam mass "Kllh katiri engagal? Lepas itu peny l juga perngu kita bersama!" belum madle batan"?