Indonesia Yakin Dewan Perdamaian Tak Akan Kesampingkan PBB dalam Isu Gaza

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia yakin bahwa Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan mengesampingkan atau menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pemulihan dan pembangunan perdamaian di Gaza.

“Apakah ini akan menggantikan PBB? Saya rasa tidak,” ujar menteri dalam keterangannya di Bad Ragaz, Swiss, pada Jumat waktu setempat.

Lembaga tersebut tidak akan mengambil alih peran atau melampaui mandat PBB dalam memulihkan perdamaian di Gaza, tegasnya.

Sugiono mengatakan Dewan Perdamaian merupakan organisasi internasional yang dibentuk oleh negara-negara sepaham untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Gaza di tengah konflik yang berlangsung.

Sejalan dengan dukungan berkelanjutan untuk perjuangan Palestina, Indonesia memandang partisipasinya dalam Dewan Perdamaian sebagai keputusan yang tepat.

“Kita adalah negara yang mendambakan perdamaian dan stabilitas global, khususnya berupaya mengatasi situasi di Palestina. Karena Dewan Perdamaian dibentuk untuk mewujudkan perdamaian yang kita cari, kita harus turut serta,” tegas menlu itu.

Dia mengatakan Indonesia telah melakukan konsultasi intensif dengan Kelompok Negara New York sebelum memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian. Pada akhirnya, beberapa negara Arab dan Islam lainnya, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki, juga setuju untuk berpartisipasi dalam organisasi tersebut.

Sugiono menyebut Dewan Perdamaian mencerminkan langkah konkret yang telah lama dinantikan menuju konsolidasi perdamaian di Palestina, khususnya di Gaza.

Menteri tersebut menyatakan harapan agar kegiatan Dewan Perdamaian diorientasikan pada pencapaian kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara, serta negara-negara anggotanya berkomitmen memastikan perwujudannya.

Didampingi Presiden Trump, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian pada sela-sela Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22 Januari).

MEMBACA  Presiden Turki Erdogan menawarkan mediasi dalam sengketa Sudan-UAE | Berita

Presiden Prabowo, yang secara resmi membawa Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian, menggambarkan organisasi ini sebagai kesempatan sejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza, dan Indonesia berkomitmen untuk terlibat dalam karya-karyanya untuk kebaikan rakyat Palestina.

Berita terkait: Indonesia dukung kenegaraan Palestina melalui dewan perdamaian Gaza

Berita terkait: Indonesia dan tujuh negara gabung Dewan Perdamaian untuk Gaza

Penerjemah: Fathur R,/Aria C, Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar