Indonesia Utamakan Hilirisasi dalam Kerja Sama Investasi dengan AS

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah Indonesia tetap memprioritaskan program hilirisasi industri dalam kerja sama investasi dengan Amerika Serikat.

“Kami ingin bahan baku diolah di dalam negeri. Kalau mau menambang disini, harus mengolah disini juga,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan resmi Biro Komunikasi Pemerintah Indonesia di Jakarta, Minggu.

Prabowo menekankan, keterbukaan pada modal asing harus tetap sejalan dengan kepentingan nasional. Meski ada pembahasan soal kesepakatan tarif dengan AS, semua investasi wajib mematuhi regulasi pengelolaan sumber daya alam yang berlaku di Indonesia.

Soal pengelolaan mineral kritikal, presiden menyoroti pentingnya penerapan harga pasar internasional. Dia menegaskan, Indonesia tidak menutup akses bagi pihak asing yang ingin masuk ke sektor pertambangan, asalkan mematuhi peraturan pemerintah.

“Mengenai mineral kritikal, saya sudah katakan kami terbuka. Tapi semuanya harus pada harga pasar. Pada harga ekonomis,” tegasnya.

Lebih lanjut, presiden menjelaskan bahwa keterlibatan asing di sektor ekstraktif Indonesia sudah lama berlangsung. Sebagai contoh, operasi PT Freeport Indonesia yang telah beraktivitas di Tanah Air selama puluhan tahun.

Menurut dia, perusahaan itu telah menjadi kontributor signifikan bagi penerimaan negara setelah mematuhi regulasi. Indonesia memberikan izin operasi dengan syarat terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian negara.

Meski terbuka, pemerintah Indonesia secara ketat melarang ekspor bahan mentah yang belum diolah di dalam negeri. Prinsip hilirisasi ini dipertahankan untuk memastikan komoditas strategis seperti mineral kritikal dapat memberikan nilai ekonomi maksimal bagi rakyat Indonesia.

Berita terkait: Indonesia bersikukuh pada hilirisasi dalam kesepakatan mineral dengan AS

Berita terkait: Indonesia tegakkan politik bebas aktif dalam hubungan dagang dan investasi dengan AS

Penerjemah: Aditya Ramadhan, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  CGTN: Bagaimana modernisasi China membawa peluang baru bagi dunia

Tinggalkan komentar