Jakarta (ANTARA) – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia berupaya meningkatkan indeks keamanan maritim nasional untuk memperkuat perekonomian negara.
Kepala Bakamla Laksamana Madya Irvansyah menyatakan inisiatif ini penting agar ekonomi biru Indonesia dapat berkontribusi lebih besar bagi penerimaan negara.
Dia menjelaskan, indeks keamanan maritim sangat mempengaruhi arus investasi karena membantu membangun kepercayaan pelaku usaha swasta untuk berbisnis di Indonesia.
“Tahun ini, indeksnya berada di angka 60. Meski belum ideal, kami mencatat peningkatan konsisten sekitar tiga poin setiap tahunnya,” ujar Irvansyah usai menghadiri peringatan HUT ke-20 Bakamla pada Rabu.
Berdasarkan kalkulasi internal, peningkatan satu poin saja pada indeks dapat membuka potensi investasi sekitar Rp109,7 triliun, atau kurang lebih 6,5 miliar dolar AS.
“Biasanya, kami melihat kenaikan sekitar tiga poin tiap tahun. Artinya tiga kali lipat dari Rp109,7 triliun, atau sekitar Rp320 triliun potensi investasi per tahun jika indeks keamanan maritim membaik,” jelasnya.
Irvansyah mengatakan angka-angka ini memotivasi personel Bakamla untuk terus meningkatkan keamanan laut melalui berbagai langkah, termasuk patroli rutin dan kerja sama yang diperkuat dengan badan penjaga pantai negara asing.
Bakamla juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, seperti TNI AL, Polairud, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya dalam pelaksanaan patroli maritim.
Melalui upaya tersebut, Irvansyah berharap Bakamla dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dia juga mengonfirmasi bahwa kapal patroli baru yang didanai hibah Jepang dijadwalkan tiba pada 2027.
Kapal tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Bakamla dan Japan Coast Guard.
Berita terkait: Bakamla terima kapal patroli lepas pantai dari Jepang
Berita terkait: Bakamla Indonesia dan Jepang gelar latihan bersama hadapi bajak laut
Penerjemah: Walda, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026