Indonesia Tingkatkan Deteksi Penyakit Hati di Puskesmas

Pemerintah Indonesia akan mengeluarkan kebijakan untuk mendukung deteksi dini penyakit hati di puskesmas dengan melatih dokter umum mengindentifikasi kondisi seperti pembesaran hati dan perlemakan hati pada tahap awal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada Selasa lalu bahwa lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit hati kronis dan sekitar 2 juta meninggal setiap tahun akibat kondisi tersebut.

“Di Indonesia angkanya bervariasi tergantung sumbernya. Data yang saya miliki menunjukkan sekitar 70 juta orang terpengaruh oleh penyakit hati kronis” ujarnya saat peringatan Hari Hati Sedunia 2026 di Jakarta.

Budi menjelaskan bahwa penyakit hati bisa berkembang dari fibrosis menjadi sirosis dan akhirnya karsinoma, meningkatkan risiko kanker hati.

Dia menyebut kondisi itu disebabkan infeksi hepatitis B dan C, konsumsi alkohol obesitas serta asupan gula berlebih.

Untuk mengatasi masalah ini tahun lalu pemerintah memperkenalkan kebijakan label gizi Nutri-Level guna membantu mengurangi penyakit terkait konsumsi gula garam dan lemak yang berlebihan.

Kemenkes juga telah memperkenalkan imunisasi Hepatitis B untuk tenaga kesehatan memberikan profilaksis TDF bagi ibu hamil dan memasukkan skrining HBsAg dalam program Cek Kesehatan Gratis

“Tindakan promotif dan preventif jauh lebih penting dari pada kuratif karena biayanya lebih rendah dan menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat” kata Budi.

Mengenai deteksi dini ia mencatat kementerian telah mendistribusikan alat USG ke puskesmas di seluruh Indonesia yang bisa dipakai untuk memeriksa penyakit hati.

Dia menambahkan kecerdasan buatan (AI) juga bisa membantu mendeteksi kondisi tersebut sehingga dokter umum dapat melakukan skrining lebih efektif.

“Saya pikir ini kemajuan teknologi yang harus kita jalani dan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan untuk medukungnya. Ini memungkinkan skrining dan perawatan lebih awal di puskesmas” ujar Budi.

MEMBACA  Baird Tingkatkan Target Harga Intuitive Surgical (ISRG) ke $600 dari $590, Pertahankan Rekomendasi Outperform

Menurut menteri itu memperkuat skrinning penyakit hati di puskesmas memungkinkan rumah sakit fokus pada kasus-kasus kompleks sementara pasien mendapatkan penangan lebih cepat.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie

Editor: Anton Santoso

Hak cipta © ANTARA 20265179165210312056

Tinggalkan komentar