Indonesia Siapkan Skema Pendanaan Rp10 Triliun Berbasis Kekayaan Intelektual untuk Pelaku Kreatif

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah telah setuju untuk menyiapkan platform pembiayaan berbasis kekayaan intelektual senilai Rp10 triliun (sekitar US$597 juta) bagi pelaku industri kreatif pada tahun 2026. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara ke-15 di dunia yang menerapkan skema seperti ini.

Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas menyoroti kebijakan ini dalam pertemuan dengan pimpinan media nasional, termasuk Direktur Utama ANTARA Benny Butarbutar, di Jakarta pada Jumat malam (9 Januari), menurut keterangan yang dirilis pada Minggu.

Dia menyebut inisiatif ini sebagai wujud komitmen Dirjen Kekayaan Intelektual bukan hanya untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi para pencipta, tetapi juga untuk membantu mereka memanfaatkan karya kreatifnya, yang pada akhirnya mendongkrak ekonomi nasional.

Di hadapan 31 pemimpin redaksi, beberapa jurnalis senior, serta perwakilan Dewan Pers, Agtas juga menekankan visi, kebijakan, dan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait keadilan dan transformasi digital.

“Badan Pembinaan Hukum Nasional kami telah mendirikan sekitar 76.000 pos bantuan hukum di 32 provinsi, bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDT serta Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa kebijakan ini mencerminkan pesan berulang Presiden kepada para pembantunya untuk memastikan warga dari semua kelompok sosial dapat mengakses keadilan.

Lebih lanjut, dia menyatakan Kemenkumham telah menjadikan digitalisasi layanan sebagai prioritas, sejalan dengan visi transformasi digital Presiden Prabowo.

“Saya memutuskan bahwa digitalisasi adalah suatu keharusan, karena akan membuat layanan kami lebih mudah diakses dan memberi masyarakat kepastian yang lebih besar,” kata Agtas.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariei menyebutkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, menggambarkan kontroversi yang muncul sebagai konsekuensi wajar bagi bangsa yang sangat beragam seperti Indonesia.

MEMBACA  Kerjasama DAS Universe dengan Asosiasi Golf Singapura dan LG Electronics Singapore Pte Ltd untuk Meluncurkan Proyek Tanda Digital Imersif Baru di Keppel Club Singapura.

Dia berharap diskusi dengan media dapat membantu pemerintah menyampaikan strategi dan kebijakannya, sekaligus meyakinkan publik akan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam menjalankan program-programnya yang berorientasi pada rakyat.

Berita terkait: Indonesia luncurkan program fesyen untuk tingkatkan daya saing merek lokal

Berita terkait: Indonesia dorong pembiayaan mikro tanpa agunan untuk industri kreatif

Berita terkait: Periklanan diproyeksikan pacu pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia

Penerjemah: Bagus A, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar