Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menyerukan aksi global yang lebih kuat untuk meningkatkan pengelolaan hutan pada Pertemuan Anggota Forum Kemitraan Pemimpin Hutan dan Iklim (FCLP) di Nairobi, Kenya, tanggal 3–5 Maret.
Haruni Krisnawati, penasihat perubahan iklim menteri kehutanan, mengatakan forum FCLP merupakan platform strategis untuk memperkuat kerjasama internasional dalam mengatasi perubahan iklim melalui pengelolaan hutan berkelanjutan.
“Sangat penting bagi negara-negara untuk berinvestasi lebih besar dalam menerapkan aksi iklim konkret di sektor kehutanan,” ujarnya dalam pernyataan pada Senin.
Krisnawati menyoroti pengalaman Indonesia dalam mengelola hutan tropis, termasuk targetnya untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU) secara signifikan pada 2030.
Ia menyampaikan perspektif Indonesia dalam pertemuan yang dihadiri 34 dari 38 negara anggota FCLP itu. Indonesia hadir sebagai pengamat bersama Brasil.
Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama Internasional Kementrian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyatakan Indonesia bertujuan untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.
“Indonesia terus memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan melalui kebijakan strategis, termasuk Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian Kayu, program perhutanan sosial, rehabilitasi lahan, serta pencegahan kebakaran hutan yang lebih kuat,” katanya.
Dia menambahkan bahwa Indonesia juga mengadvokasi pendekatan hijau dan berkelanjutan untuk konstruksi berbasis kayu.
Pribadi menekankan perlunya menyelaraskan standar, memperkuat kapasitas, dan memperluas alih teknologi antarnegara untuk mendukung ekonomi rendah karbon berbasis hutan.
“Partisipasi Indonesia dalam pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat perannya dalam diplomasi kehutanan global dan membuka peluang kerjasama serta pendanaan internasional untuk mendukung agenda FOLU Net Sink 2030,” pungkasnya.
Berita terkait: Indonesia ungkap rencana kehutanan multi-usaha di KTT Wina
Berita terkait: Indonesia luncurkan reboisasi besar-besaran di Taman Nasional Tesso Nilo
Penerjemah: Arnidhya Nur, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026