Indonesia Serukan Kerja Sama ASEAN yang Lebih Kuat untuk Hadapi Ancaman DBD

Jakarta (ANTARA) – Indonesia menyerukan kerja sama regional yang lebih mendalam antara negara-negara anggota ASEAN untuk menangani peningkatan kasus demam berdarah, yang terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius di seluruh Asia Tenggara.

Berbicara pada pembukaan Forum Regional Asia Tenggara untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, menekankan bahwa infeksi demam berdarah masih menjadi perhatian mendesak di kawasan ini.

“Infeksi DBD di kawasan ASEAN masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Makanya, kerja sama di antara negara-negara ASEAN penting untuk memperkuat upaya pengendalian DBD,” kata Yosephine.

Dia menekankan bahwa DBD tidak bisa diatasi secara efektif oleh masing-masing negara sendiri, dan menunjuk pada kondisi iklim yang sama, mobilitas populasi yang tinggi, serta kesamaan sosio-budaya yang memungkinkan penyakit menyebar melintasi batas negara.

Forum yang diselenggarakan di Indonesia ini menjadi wadah bagi negara-negara ASEAN untuk bertukar strategi, pengalaman, dan praktik terbaik.

Jakarta berharap diskusi akan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditingkatkan ke tingkat pembuatan kebijakan regional.

Yosephine menyoroti perlunya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan, pengendalian vektor, dan langkah-langkah perlindungan manusia.

Dia mendorong negara-negara ASEAN untuk mengadopsi tujuan bersama, seperti mencapai zero kematian akibat DBD pada tahun 2030.

Indonesia melihat forum ini sebagai peluang untuk memperkuat solidaritas kawasan dan mengembangkan respons terkoordinasi terhadap DBD, memperkuat gagasan bahwa penyakit menular memerlukan aksi kolektif melampaui batas-batas nasional.

Penerjemah: Ida, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Menuju Tampil di Piala Asia, Timnas Indonesia U-17 Kembali Meraih Hasil Positif di UEA

Tinggalkan komentar