Indonesia Serius Berunding dengan Iran untuk Amankan Keberangkatan Tanker Pertamina dari Selat Hormuz

Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia masih dalam pembicaraan dengan pemerintah Iran untuk mengamankan pelepasan dua kapal tanker Pertamina dari Selat Hormuz.

"Tidak mudah bagi kami untuk mencari cara agar kapal-kapal kami dapat keluar dari Selat Hormuz. Namun, kami terus menjaga komunikasi," ujarnya saat ditemui di Jakarta pada Jumat.

Perusahaan minyak negara, PT Pertamina, sebelumnya telah memastikan keselamatan awak kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang menunggu izin di Selat Hormuz, di tengah ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Lahadalia juga menegaskan bahwa keterjebakan dua kapal tersebut di Selat Hormuz tidak akan mempengaruhi keamanan energi Indonesia, karena Indonesia dengan cepat mencari sumber energi alternatif di Amerika Serikat.

Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Pertamina, Muhammad Baron, pada 3 Maret menginformasikan bahwa total empat kapal terlibat, tetapi dua lainnya berada di luar Selat Hormuz.

Ia merincikan bahwa muatan minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah saat ini menyumbang sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah Indonesia.

Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi melalui sistem reguler, alternatif, dan darurat untuk menjaga keamanan energi nasional.

Dalam keterangan terpisah pada Jumat, Kementerian Luar Negeri menyatakan Iran telah merespons positif permintaan Indonesia untuk jalur aman bagi dua kapal tanker Pertamina yang masih ditahan di Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan bahwa pihaknya, bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran, telah berkoordinasi secara intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk memastikan keamanan kapal-kapal tanker tersebut.

Menyusul respons positif Tehran, Nabyl menyatakan bahwa pihak terkait telah mengambil langkah-langkah tindak lanjut pada aspek teknis dan operasional. Namun, ia tidak memberikan batas waktu spesifik untuk jalur aman kapal-kapal tanker tersebut.

MEMBACA  Alasan di Balik Ketertarikan Pria pada Konten Dewasa

Berita terkait:

  • Balapan untuk Perdamaian: Langkah Indonesia Meredam Eskalasi Timur Tengah
  • Indonesia Amankan Pasokan Energi di Tengah Volatilitas Selat Hormuz
  • Penghentian Impor Solar Indonesia Perkuat Pasokan Hadapi Risiko Global

    Penerjemah: Rizka Khaerunnisa, Resinta Sulistiyandari
    Editor: Azis Kurmala
    Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar