Indonesia Salurkan Bantuan Bencana Senilai $50 Juta untuk Korban Banjir

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial telah mulai menyalurkan beberapa jenis bantuan sosial bencana adaptif senilai total Rp878,6 miliar (US$50,4 juta) kepada korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Kamis menyatakan bahwa penyaluran bantuan sedang berlangsung, melibatkan petugas PT Pos Indonesia di ketiga provinsi tersebut.

“Per Kamis sore, tahap pertama telah menjangkau sekitar 17.000 penerima manfaat dari total target bantuan adaptif,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Interior Hunian (BIH) senilai Rp3 juta (US$172) dan Bantuan Stimulus Sosial Ekonomi (BSSE) senilai Rp5 juta (US$287) untuk setiap keluarga terdampak guna memulihkan kondisi pascabencana.

Berdasarkan data yang diverifikasi oleh pemerintah pusat dan daerah, sebanyak 67.886 keluarga penerima manfaat (KPM) berhak mendapatkan bantuan BIH dan BSSE, dengan total anggaran Rp543,08 miliar (US$31 juta).

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan kehidupan kepada 248.588 individu terdampak, sebesar Rp450.000 (US$26) per orang per bulan, selama tiga bulan, dengan total anggaran Rp335,5 miliar (US$19,2 juta).

“Sebagian dari mereka adalah penerima bantuan sosial reguler, tetapi ada juga penerima baru; pengumpulan data detail sedang berlangsung,” kata Yusuf.

Menteri menerangkan bahwa penyaluran bantuan adaptif dilakukan secara bertahap berdasarkan data yang diverifikasi pemerintah daerah, diketahui oleh Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kapolda, serta disahkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Langkah serupa juga diambil Kementerian Sosial dalam penyaluran sebelumnya bantuan adaptif bencana di ketiga provinsi itu, termasuk dana santunan untuk korban meninggal dan luka-luka senilai Rp17 miliar (US$976 ribu), serta dukungan logistik selama masa tanggap darurat bencana senilai Rp117 miliar (US$6,7 juta).

MEMBACA  Oracle Kesulitan Rekrut Karyawan untuk 'Kantor Pusat Global' di Nashville Meski Punya Kantor Seluas 2 Juta Kaki Persegi

“Verifikasi ganda terhadap data penerima dilakukan untuk memastikan bantuan disalurkan dengan cepat dan tepat, sambil menjaga kehati-hatian dan akuntabilitas,” tambahnya.

Berita terkait: Melestarikan impian dan harapan anak-anak terdampak bencana

Berita terkait: Indonesia targetkan selesaikan rekonstruksi pascabencana pada 2029

Penerjemah: M. Riezko Bima E, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar