Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana untuk membangun 10 universitas baru yang fokus pada kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pembangunan universitas-universitas ini adalah bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga medis di seluruh tanah air.
Berbicara usai UK-Indonesia Education Roundtable di London pada Selasa waktu setempat, ia menyatakan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan yang signifikan.
“Kita hanya memproduksi 9.000 dokter per tahun, jadi tidak jelas kapan kita akan mencapai target 140.000, apalagi semakin banyak dokter yang pensiun,” ujarnya dalam video yang dibagikan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo mencatat bahwa pemerintah sedang mencari kolaborasi dengan universitas-universitas ternama di Inggris untuk mengembangkan 10 institusi ini.
“Mereka sudah bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada, dan beberapa bahkan telah mendirikan kampus di Indonesia,” katanya.
Menurut presiden, universitas-universitas baru ini akan mengadopsi standar pendidikan tinggi dari Inggris.
“Kita harus memiliki pendidikan dengan kualitas tertinggi, setara dengan yang terbaik di dunia,” tegasnya.
Ia lebih lanjut menyatakan bahwa universitas-universitas itu akan menerima lulusan terbaik dengan beasiswa penuh dari pemerintah dan akan menyambut dosen serta profesor asing.
Prabowo menyatakan optimisme bahwa penerimaan mahasiswa bisa dimulai pada tahun 2028.
“Rencananya akan dikembangkan kawasan khusus untuk universitas-universitas ini. Kita harus menjamin kualitas hidup dan keamanan untuk menarik fakultas internasional ke Indonesia,” tuturnya.
Berita terkait: Indonesia buka 156 program spesialis dan subspesialis kedokteran baru
Berita terkait: Indonesia akan buka sekolah kedokteran gratis, kata Prabowo
Penerjemah: Mentari Dwi, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026