Indonesia Pertimbangkan Usulan AS soal Akses Terbang Melintasi Wilayah Udara: Menlu

Menteri Luar Negeri Sugiono bilang, Indonesia lagi pertimbangin usulan Amerika Serikat soal akses terbang (overflight) di wilayah udara kita. Dia bilang, usulan ini butuh diskusi lebih lanjut.

“Soal akses terbang, ini adalah niat yang disampein Amerika Serikat. Prosesnya harus melalui diskusi dan mekanisme yang ada, termasuk mekanisme spesifik dari Indonesia,” kata Sugiono selepas konperensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu.

Dia negasin, diskusi ini bakal ngutamain kedaulatan dan kepentingan nasional. Soalnya, itu tanggung jawab pemerintah buat lindungi negara.

Tapi, dia juga bilang, Indonesia—dengan politik luar negeri bebas aktif—mungkin udah punya perjanjian serupa sama negara lain.

Sugiono minta publik nggak ngeliat usulan AS sebagai ancaman kedaulatan Indonesia.

Sebelumnya, jubir Kemenlu Yvonne Mewengkang bilang, usulan ini masih dalam pertimbangan internal pemerintah. Sementara mekanise aturannya lagi diteliti secara hati-hati.

Ada laporan sebelumnya, Washington lagi minta izin terbang buat pesawat militer AS di atas Indonesia.

Usulan ini bocor pas Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalin ke Pentagon 13 April buat tanda tangan perjanjian Kerja Sama Pertahanan Utama Indonesia-AS (MDCP).

Di rancngan perjanjian itu, ada ketentuan buat operasi darurat, respon krisis, dan latihan militer bareng yang udah sepakat.

Isu ini bikin perhatian soal politik luar negeri Indonesia. Banyak yang mikir, kasih akses terbang ke AS bakal lemahak kendali Indonesia atas wilayah udaranya dan bisa ganggu kedaulatan negara.

Ini juga bisa munculin pertanyaan soal netralitas Indonesia di tengah bentrok AS-China di Indo-Pasifik.

MEMBACA  Gunung Merapi di Indonesia Luncurkan 88 Guguran Lava dalam Seminggu

Tinggalkan komentar